DPP Partai Golkar Yakin IAS Bisa Wujudkan Target Tambahan Kursi di Sulsel

IMG 20261016 WA0042
banner 468x60
  • DPP Golkar menaruh harapan besar pada kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin untuk memperkuat basis suara di Sulsel dan merealisasikan target penambahan kursi legislatif pada Pemilu 2029.
  • Sulsel dinilai tetap menjadi barometer kekuatan Golkar di Indonesia Timur.

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR—Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar sangat yakin DPD I Partai Golkar Sulsel di bawah komando Ilham Arief Sirajuddin (IAS) akan mewujudkan target tambahan kursi 50 persen untuk DPR RI pada Pemilu 2029 mendatang.

Keyakinan itu disampaikan Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Golkar untuk wilayah Indonesia Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena dalam Rapat Koordinasi Teknis Pemilu dan Bimtek Pemenangan Pemilu Anggota FPG DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia Tahun Anggaran 2026 di Hotel Claro, Makassar, Jumat, 16 Oktober 2026.

Dalam sesi Rapat Koordinasi Teknis Pemenangan Pemilu Indonesia Timur, Melki yang membawakan materi terkait Rencana Strategis Pemenangan Pemilu Legislatif Tahun 2029 menegaskan, IAS membawa semangat baru dan tidak ada keraguan soal kemampuannya mencapai target.

Bacaan Lainnya

“Untuk Sulsel, saya yakin bisa tambah dua kursi dan mencapai target 50 persen. Itu karena ada semangat baru bernama Aco (Sapaan IAS) yang sudah kenyang pengalaman politik. Apalagi kalau berkolaborasi dengan Pak Nurdin Halid dan Taufan Pawe,” kata Melki.

Sulsel saat ini diwakili oleh empat anggota DPR RI dari tiga dapil. Dapil Sulsel 1 satu kursi, sapil 2 dua kursi, serta dapil 3 satu kursi.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) itu lantas bercerita soal kekagumannya pada politisi Golkar di Sulsel. Dia mengaku pernah sempat akan ditugaskan Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia untuk menjadi pelaksana tugas (plt) setelah masa jabatan Taufa Pawe berakhir. Namun, peluang itu kemudian ditolaknya dengan halus.

Menurutnya, ia mengatakan ke Ketum Bahlil agar tugas itu sebaiknya diserahkan kepada Muhidin Mohamad Said yang memang berasal dari Sulsel.

Bagi Melki, Sulsel punya tokoh politik senior yang sangat banyak dan luar biasa. “Sulsel itu tokoh politiknya ngeri,” ujarnya bercanda.

Mantan anggota DPR RI itu juga bercerita soal status Sulsel sebagai lumbung suara Golkar.

Ia mengungkap bahwa dulu, kalau suara Golkar di Sulsel naik, maka daerah lain di Indonesia Timur juga pasti ikut naik. Begitu pula sebaliknya.

Makanya, ia mengatakan, Sulsel selalu menjadi tolok ukur buat Golkar, terutama di kawasan Indonesia Timur.

“Jadi, dengan kolaborasi pengurus saat ini dengan Nurdin Halid, Taufan Pawe, dan tokoh lainnya, target 50 persen tambahan kursi ini bisa,” tandasnya. (*)

Pos terkait