- PAN Sulsel mulai memanaskan mesin organisasi dengan membentuk kepengurusan di seluruh kabupaten/kota hingga tingkat kecamatan sebagai langkah menuju penguatan ranting di desa.
- Selain memperkuat struktur organisasi, PAN Sulsel membuka ruang bagi sejumlah tokoh untuk bergabung.
- Dengan empat kursi di DPRD Sulsel saat ini, PAN memasang target masuk tiga besar sekaligus memperluas jaringan kader hingga tingkat desa di seluruh Sulawesi Selatan.
RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin organisasi untuk mengejar target masuk tiga besar kekuatan politik di Sulsel.
Penguatan struktur menjadi salah satu strategi yang disiapkan. DPW PAN Sulsel mengaku telah melakukan roadshow ke seluruh kabupaten/kota untuk membentuk kepengurusan hingga tingkat kecamatan.
Sekretaris DPW PAN Sulsel sekaligus Ketua Panitia Pelantikan, Andi Syafril Chaidir Syam, mengatakan konsolidasi tidak akan berhenti pada tingkat kabupaten dan kecamatan. Setelah kepengurusan DPC terbentuk, PAN akan melanjutkan pembentukan pengurus ranting hingga tingkat desa.
“Kita sudah roadshow seluruh kabupaten dan membentuk pengurus DPC di tingkat kecamatan. Setelah ini kita akan kembali bergerak sampai tingkat kecamatan membentuk ranting di tingkat desa,” kata Chaidir.
Menurutnya, penguatan jaringan hingga tingkat paling bawah diharapkan menjadi fondasi bagi PAN Sulsel untuk melakukan rebound dan mengejar posisi tiga besar.
“Inilah yang menjadi jaringan kekuatan struktural di Partai Amanat Nasional. Mudah-mudahan PAN Sulawesi Selatan ke depan bisa kembali rebound dan masuk menjadi tiga besar,” ujarnya.
Konsolidasi tersebut akan diperkuat dengan pelantikan pengurus DPW PAN Sulsel periode 2026–2031 yang dijadwalkan dihadiri sekitar 5.000 kader PAN se-Sulsel.
Chaidir mengatakan momentum tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi agenda politik mendatang. PAN Sulsel saat ini memiliki empat kursi di DPRD Sulsel dan menargetkan peningkatan kekuatan politik di masa mendatang.
“PAN menargetkan masuk tiga besar, baik di Sulsel maupun secara nasional. Hampir 60 persen pengurus kali ini merupakan kader baru yang akan mendampingi Ashabul Kahfi memimpin PAN Sulsel,” katanya.
Ia menambahkan, konsolidasi PAN juga diarahkan pada penguatan peran partai di tengah masyarakat. “Ini amanah dari ketua umum, PAN gerak cepat membantu masyarakat,” ujarnya.
Sejumlah Tokoh Disebut Masuk PAN
Menariknya, pelantikan pengurus PAN Sulsel juga membuka ruang bagi bergabungnya sejumlah tokoh. Namun, Chaidir menegaskan tidak ada agenda khusus untuk mengumumkan tokoh baru sebagai kader pada momentum tersebut.
“Untuk saat ini kita tidak menyiapkan itu. Yang paling utama seluruh pimpinan daerah, tokoh-tokoh PAN pendiri PAN dan beberapa tokoh PAN akan kita undang,” jelasnya.
Meski demikian, Chaidir memberikan sedikit bocoran mengenai sejumlah nama yang akan dilantik. Salah satunya Irma, yang sebelumnya menjadi pasangan Amir Uskara dalam Pilkada Gowa dan dijadwalkan masuk dalam jajaran pengurus PAN Sulsel.
Selain itu, nama Susana, mantan Ketua Hanura Enrekang, juga disebut akan hadir dalam jajaran yang dilantik.
“Ada beberapa, tapi mungkin tidak surprise kalau kita sampaikan hari ini,” kata Chaidir.
Dengan konsolidasi yang menyasar hingga tingkat desa dan masuknya sejumlah kader baru, PAN Sulsel menempatkan penguatan struktur sebagai salah satu agenda utama kepengurusan periode 2026–2031.(*)

















