Malaysia Dominasi Wisman Sulsel, Okupansi Hotel Tumbuh 2,81%

file 00000000f6a88206a0bb3f3201d5bba7
banner 468x60
  • Meski jumlah kunjungan wisman mengalami penurunan dibandingkan Juli 2026, tingkat penghunian kamar hotel bintang meningkat 2,81 poin persentase dibandingkan Agustus tahun lalu.
  • Malaysia menjadi negara penyumbang wisman terbesar ke Sulsel dengan 1.157 kunjungan, di tengah pertumbuhan tingkat hunian hotel dan meningkatnya rata-rata lama menginap wisatawan.
  • Data BPS Sulsel menunjukkan geliat pariwisata masih terjaga, ditandai dengan meningkatnya TPK hotel bintang serta rata-rata lama menginap meski kunjungan wisman turun secara bulanan.

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulawesi Selatan pada Agustus 2026 mengalami penurunan secara bulanan. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat sebanyak 2.330 kunjungan wisman, turun 3,52% dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 2.415 kunjungan.

Kepala BPS Sulawesi Selatan, Aryanto, mengatakan kunjungan wisman pada Agustus 2026 masih didominasi wisatawan asal Malaysia dengan 1.157 kunjungan.

“Wisman pada Agustus 2026 masih didominasi wisatawan berkebangsaan Malaysia sebanyak 1.157 kunjungan, disusul Prancis sebanyak 163 kunjungan,” kata Aryanto.

Bacaan Lainnya

Meski jumlah kunjungan wisman turun secara bulanan, indikator sektor perhotelan menunjukkan perkembangan yang lebih positif jika dilihat secara tahunan.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Sulawesi Selatan pada Agustus 2026 tercatat 48,80%. Angka ini turun 1,46 poin persentase dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 50,26%.

Namun, dibandingkan Agustus 2025 yang berada pada level 46,00%, TPK hotel bintang justru meningkat 2,81 poin persentase.

Hotel Bintang 1 Catat Kenaikan Tertinggi

Aryanto menjelaskan, secara tahunan, peningkatan TPK terjadi pada seluruh klasifikasi hotel bintang.

Kenaikan tertinggi terjadi pada hotel bintang 1 yang meningkat 6,83 poin persentase. Selanjutnya, hotel bintang 2 mencatat kenaikan sebesar 5,79 poin persentase.

Sementara jika dibandingkan dengan Juli 2026, penurunan TPK terjadi pada hotel bintang 2 serta hotel bintang 4 dan 5.

Penurunan terbesar tercatat pada hotel bintang 2 sebesar 3,84 poin persentase, disusul hotel bintang 4 dan 5 yang turun 3,02 poin persentase.

Hotel Nonbintang Juga Tumbuh Secara Tahunan

Untuk hotel nonbintang dan akomodasi lainnya, BPS membagi klasifikasi berdasarkan jumlah kamar menjadi empat kelas.

Kelas 1 memiliki kurang dari 10 kamar, kelas 2 sebanyak 10-24 kamar, kelas 3 sebanyak 25-40 kamar, sedangkan kelas 4 memiliki lebih dari 40 kamar.

TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya pada Agustus 2026 tercatat 19,49%. Angka tersebut turun 0,57 poin persentase dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 20,07%.

Namun, secara tahunan TPK hotel nonbintang mengalami pertumbuhan 1,11 poin persentase dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat 18,39%.

Lama Menginap Wisatawan Meningkat

Selain tingkat hunian kamar, indikator lain yang menunjukkan perkembangan positif adalah rata-rata lama menginap tamu hotel bintang.

Pada Agustus 2026, rata-rata lama menginap seluruh tamu hotel bintang di Sulawesi Selatan mencapai 1,44 malam.

Rata-rata lama menginap tertinggi tercatat pada hotel bintang 4 dan 5, yakni 1,61 malam. Selanjutnya hotel bintang 3 mencapai 1,41 malam.

Aryanto menyebutkan, rata-rata lama menginap tamu hotel bintang pada Agustus 2026 meningkat 0,06 poin dibandingkan Juli 2026.

“Jika dibandingkan dengan Agustus 2025, rata-rata lama menginap seluruh tamu hotel bintang juga mengalami peningkatan sebesar 0,27 poin,” ujarnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa meski arus kunjungan wisman ke Sulsel pada Agustus mengalami koreksi secara bulanan, aktivitas sektor akomodasi masih mencatat pertumbuhan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan demikian, perkembangan pariwisata Sulsel pada Agustus 2026 memperlihatkan dua sisi, yakni jumlah kunjungan wisman yang menurun secara bulanan, sementara tingkat hunian hotel dan lama menginap menunjukkan pertumbuhan secara tahunan.(*)

Pos terkait