Bea Cukai Sulsel Catat Rp163,56 Miliar, Nikel Dominasi Ekspor

Bea Cukai Sulsel Kantongi Rp16356 Miliar 1
FOTO: IST//BEA MASUK. Kepala Kanwil DJBC Sulawesi Bagian Selatan, Martha Octvia, memaparkan realisasi penerimaan kepabeanan di Sulawesi Selatan hingga Agustus 2026 mencapai Rp119,72 miliar.
banner 468x60
  • Kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai Sulsel mencapai 43,80 persen dari target hingga Agustus 2026.
  • Ekspor Sulsel masih didominasi nikel dengan kontribusi 49,3 persen, sedangkan impor terbesar berasal dari gandum.
  • Penerimaan Bea Masuk dan Bea Keluar mengalami tekanan tahunan, namun perdagangan Sulsel tetap mencatat surplus.

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR – Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan mencatat, penerimaan kepabeanan di Sulawesi Selatan hingga Agustus 2026 mencapai Rp119,72 miliar.

Kepala Kanwil DJBC Sulawesi Bagian Selatan, Martha Octvia, menjelaskan, realisasi tersebut berasal dari penerimaan Bea Masuk sebesar Rp96,55 miliar dan Bea Keluar Rp23,17 miliar.

“Realisasi Bea Masuk telah mencapai 50,14% dari target. Penerimaan Bea Masuk mengalami penurunan 29,42% secara tahunan (YoY). Namun, jika dibanding dengan bulan sebelumnya, penerimaan tersebut tumbuh 44,92%,” urai Martha belum lama ini.

Bacaan Lainnya

Adapun penerimaan Bea Keluar, sambung Martha, hingga Agustus tercatat Rp23,17 miliar, atau 31,43% dari target. Realisasi Bea Keluar turun cukup signifikan, yakni 47,33% secara tahunan dan 68,46% secara bulanan.

“Realisasi kepabeanan dan cukai hingga Agustus 2026 mencapai Rp163,56 miliar atau 43,80% dari target,” jelas Martha, yang juga Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulsel.

Secara keseluruhan, penerimaan kepabeanan dan cukai tersebut juga mencakup penerimaan Cukai sebesar Rp43,84 miliar. Realisasi Cukai mencapai 40,92% dari target, namun turun 16,68% secara tahunan dan 45,87% dibandingkan bulan sebelumnya.

Di sisi perdagangan, kinerja ekspor dan impor Sulsel hingga Agustus 2026 masih mencatat surplus sebesar US$72,07 juta. Nilai ekspor mencapai US$157,25 juta, sedangkan impor tercatat US$85,18 juta.

Struktur ekspor Sulsel masih didominasi nikel dengan kontribusi 49,3%. Sementara komoditas impor terbesar adalah gandum dengan kontribusi 20,52%. (*)

Pos terkait