RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) serentak tingkat SMA/SMK sederajat di Kota Makassar mulai dipersiapkan dengan pendampingan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar.
Pendampingan dilakukan untuk memastikan siswa memahami tahapan serta aturan pemilihan yang akan digelar pada 30 September 2026. Salah satu sekolah yang mendapat sosialisasi tersebut yakni SMA Negeri 5 Makassar, Selasa (22/9/2026).
Dalam kegiatan itu, KPU Kota Makassar memberikan pembekalan mengenai sejumlah tahapan Pilketos, mulai dari pelaksanaan kampanye, penggunaan alat peraga, pelaporan dan audit dana kampanye, hingga mekanisme pemungutan dan penghitungan suara melalui E-Voting.
Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Makassar, Sapri, menekankan bahwa pemahaman terhadap aturan perlu dimiliki sejak awal oleh seluruh pihak yang terlibat dalam Pilketos.
“Penting bagi penyelenggara dan peserta Pilketos memahami aturan sejak tahapan kampanye, termasuk pemasangan atribut, pelaporan kampanye, hingga proses pemungutan dan penghitungan suara. Pilketos ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran demokrasi bagi siswa,” jelas Sapri.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 5 Makassar, Dra. Rodiyah, M.Pd., menyambut positif keterlibatan KPU dalam memberikan pendampingan. Menurutnya, materi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk memahami praktik demokrasi secara langsung di lingkungan sekolah.
“Kegiatan ini sangat baik karena memberikan bekal dan pemahaman demokrasi kepada siswa. Kami berharap siswa dapat menyimak materi yang disampaikan KPU sebagai referensi dalam pelaksanaan Pilketos di sekolah,” ujarnya.
Pilketos di SMA Negeri 5 Makassar diikuti tiga pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Proses pemilihan tersebut melibatkan 45 orang sebagai penyelenggara dan tiga orang pengawas.
Selain memberikan materi, kehadiran Bawaslu Kota Makassar dalam kegiatan tersebut turut memperkuat aspek pengawasan. Pengawasan diperlukan agar setiap tahapan pemilihan berlangsung sesuai ketentuan dan dapat menjadi pengalaman demokrasi yang sehat bagi para siswa.“Pengawasan tersebut sekaligus menjadi pembelajaran bagi siswa dalam memahami prinsip-prinsip demokrasi secara langsung,” jelas Sapri.
Pendampingan KPU pada hari yang sama juga berlangsung di SMA Negeri 21 Makassar. Komisioner KPU Kota Makassar Sri Wahyuningsih dan Hambaliie memberikan materi mengenai persiapan kampanye, aturan pemasangan alat peraga, serta mekanisme pemungutan dan penghitungan suara.
Perwakilan SMA Negeri 21 Makassar, Taufik, mengatakan Pilketos tahun ini diikuti dua pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Menurutnya, pendampingan KPU membantu sekolah dan siswa memahami tahapan pemilihan sehingga dapat dipersiapkan dengan lebih tertib.
Kegiatan sosialisasi dan pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya KPU Kota Makassar menjadikan Pilketos bukan sekadar agenda pemilihan pengurus OSIS. Proses tersebut diarahkan sebagai ruang bagi siswa untuk mengenal mekanisme demokrasi, memahami aturan pemilihan, serta belajar menjalankan proses yang jujur, adil, transparan, dan bertanggung jawab. (*)














