RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Peta persaingan menuju kursi DPR RI dari Sulawesi Selatan mulai menghangat. Sejumlah figur politik yang kini duduk di kursi pimpinan DPRD Sulsel mulai mengincar panggung yang lebih tinggi pada Pemilu Legislatif 2029.
Sedikitnya tiga pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel bakal meramaikan perebutan kursi Senayan. Mereka adalah Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, serta dua Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina dan Yasir Machmud.
Ketiganya memiliki basis politik dan jaringan yang cukup kuat di Sulsel. Bahkan, dua di antaranya memegang posisi strategis di partai masing-masing yang berpotensi menjadi modal penting menghadapi kontestasi lima tahunan tersebut.
Andi Rachmatika Dewi merupakan Sekretaris DPW Partai NasDem Sulsel. Rachmatika diproyeksikan bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel I. Di dapil yang sama, Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulsel Rahman Pina memastikan diri akan ikut bertarung.
Sementara itu, Yasir Machmud yang juga merupakan pimpinan DPRD Sulsel memilih jalur berbeda. Politisi Partai Gerindra tersebut akan bertarung di Dapil Sulsel II untuk memperebutkan kursi DPR RI.
Menariknya, keputusan untuk naik kelas ke Senayan tidak semata-mata dipandang sebagai upaya mengejar jabatan politik. Regenerasi menjadi salah satu alasan yang dikedepankan. “Saya dua periode di DPRD Kota Makassar, dua periode di DPRD Provinsi, jadi sudah waktunya saya naik level lagi toh. Kalau di sini terus, regenerasi tidak berjalan,” terang Rahman Pina di salah satu warung kopi di Jalan Seruni, beberapa waktu lalu.
Soal Dapil, Rahman Pina masih melihat peluang meski basis suara terbesarnya di Kota Makassar.”Ada kemungkinan dapil di Sulsel akan bertambah. Kalau selama ini tiga dapil, kemungkinannya jadi empat dapil. Jadi, kita lihat bagaimana peluangnya nanti,” sebutnya.
Terpisah, Andi Rachmatika Dewi sudah memastikan akan bertarung di Dapil Sulsel I. Cicu–sapaan akrabnya, berharap target politiknya tersebut bisa tercapai.”Doakan saja, semoga capai target. Sudah cukup mi juga di provinsi,” katanya.
Sebelumnya, Yasir Machmud menilai peluang Gerindra untuk menambah perolehan kursi DPR RI dari Dapil Sulsel II sangat terbuka. Ia juga tidak sepakat dengan anggapan yang menyebut Sulsel II sebagai “Dapil Neraka” karena persaingan politik yang ketat. “Kalau ada yang menyebut Sulsel II sebagai dapil neraka, saya justru menyebutnya dapil surga,” ujar Yasir.
Menurutnya, istilah tersebut menggambarkan harapan agar seluruh proses politik berlangsung aman, tenteram, nyaman, dan penuh persaudaraan. “Kalau neraka itu panas. Kita tentu ingin berkampanye dengan aman, tenteram, dan semuanya berjalan dengan baik, nyaman, serta penuh persaudaraan, seperti suasana di surga,” katanya.
Yasir menegaskan persaingan dalam Pemilu 2029 tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan. Ia optimistis Gerindra mampu meraih suara maksimal. “Insyaallah, kita optimistis dapat meraih suara sebanyak-banyaknya dan memenangkan kursi untuk Partai Gerindra di Sulsel II,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh calon agar membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat serta menjaga suasana politik tetap sehat dan kondusif. “Yang paling penting adalah seluruh calon bekerja dengan baik, membangun komunikasi dengan masyarakat, dan tetap menjaga suasana politik yang sehat serta kondusif,” pungkas Yasir.
Dengan berpindahnya sejumlah politisi senior dari DPRD Sulsel ke DPR RI, peluang bagi kader-kader baru untuk masuk dan mengambil peran di parlemen tingkat provinsi pun semakin terbuka. Regenerasi dinilai penting agar terjadi penyegaran dalam tubuh DPRD Sulsel sekaligus memberikan ruang kepada kader lain untuk melanjutkan estafet kepemimpinan. (*)














