RUANGAKSELERASI.ID, MAROS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros terus mendorong reformasi birokrasi dengan membangun sistem manajemen talenta bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini dilakukan untuk memastikan penempatan dan pengembangan pegawai semakin objektif serta sesuai kompetensi.
Sebanyak 355 ASN mengikuti profiling di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV Makassar, Rabu (5/8/2026). Peserta berasal dari berbagai jenjang jabatan, mulai pejabat administrator, pejabat fungsional hingga pelaksana yang belum mengikuti profiling pada tahun sebelumnya.
Kepala BKPSDM Maros, Andi Sri Wahyuni, mengatakan hasil profiling akan menjadi dasar pemetaan talenta atau talent mapping. Data tersebut nantinya digunakan untuk melihat potensi, kompetensi, serta kapasitas masing-masing ASN.
Dengan sistem tersebut, penempatan pegawai diharapkan tidak lagi sekadar berdasarkan kebutuhan organisasi, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan dan potensi individu.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membangun sistem kepegawaian yang profesional, objektif, transparan, dan berbasis merit.
Menurut Chaidir, Pemkab Maros telah memperoleh persetujuan untuk menerapkan manajemen talenta. Saat ini, pemerintah daerah juga tengah menyusun Human Capital Development Plan (HCDP) bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.
“Manajemen talenta ini menjadi bagian penting dalam membangun birokrasi yang profesional dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Chaidir.
Tak berhenti pada pemetaan talenta, Pemkab Maros juga akan memperkuat sistem evaluasi kinerja ASN. Dalam waktu dekat, penilaian kinerja harian akan diterapkan melalui aplikasi e-Kinerja.
Penerapan tersebut diharapkan mampu membangun budaya kerja yang lebih disiplin, terukur, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
Chaidir menegaskan, profiling bukan dimaksudkan untuk mencari kelemahan pegawai, melainkan menjadi instrumen untuk mengembangkan kemampuan ASN secara optimal.
“Hasil profiling ini bukan untuk mencari kelemahan ASN, tetapi menjadi dasar mengembangkan potensi terbaik setiap pegawai agar mampu memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas,” tegasnya.
Melalui manajemen talenta, Pemkab Maros menargetkan lahirnya birokrasi yang semakin adaptif dan profesional, sekaligus memastikan setiap ASN ditempatkan sesuai kompetensi untuk mendukung kinerja pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.














