RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi meningkatkan pasokan LPG 3 kilogram (kg) hingga 65% di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Barat (Sulbar). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah sentra pertanian.
Penambahan pasokan atau extra dropping tersebut dilakukan secara terukur dan selektif sepanjang akhir Juli hingga Agustus 2026. Wilayah dengan tingkat serapan LPG 3 kg yang tinggi menjadi prioritas agar ketersediaan stok tetap terjaga.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan kebijakan tersebut merupakan respons terhadap dinamika kebutuhan LPG 3 kg di lapangan.
“Ketika terdapat peningkatan kebutuhan di wilayah tertentu, Pertamina melakukan penyesuaian penyaluran melalui extra dropping secara terukur dan selektif. Untuk periode ini, tambahan pasokan mencapai 65% dari rerata penyaluran harian dan diarahkan ke wilayah dengan tingkat serapan tinggi, termasuk sentra-sentra pertanian,” ujar Lilik.
Peningkatan kebutuhan LPG 3 kg, sambung dia, di sejumlah daerah turut dipengaruhi aktivitas sektor pertanian. Karena itu, Pertamina terus melakukan pemantauan dan evaluasi untuk menentukan wilayah yang membutuhkan tambahan pasokan.
“Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, agen, pangkalan, serta pemangku kepentingan lainnya guna memastikan tambahan pasokan tersalurkan secara optimal dan tepat sasaran,” jelas dia.
Selain itu, pertamina juga mendorong penggunaan LPG nonsubsidi melalui program BrightGas bagi sektor pertanian. Program tersebut ditujukan khususnya kepada petani yang tidak termasuk dalam Daftar Penerima Paket Perdana (DP3) LPG 3 kg. Mereka tidak diperkenankan menggunakan LPG subsidi untuk kegiatan pertanian dan diarahkan menggunakan LPG nonsubsidi.
“LPG 3 kg merupakan LPG bersubsidi yang penggunaannya harus tepat sasaran. Dengan adanya pilihan LPG nonsubsidi, kebutuhan energi untuk kegiatan pertanian tetap dapat dipenuhi tanpa menggunakan LPG subsidi di luar peruntukannya,” jelas Lilik.
Pertamina memastikan monitoring dan evaluasi penyaluran LPG 3 kg akan terus dilakukan untuk menjaga ketahanan stok. Masyarakat juga diimbau membeli LPG 3 kg melalui pangkalan resmi dan menggunakan LPG subsidi sesuai dengan peruntukannya. (*)









