RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyatakan penguatan produktivitas dan efisiensi operasional menjadi salah satu faktor utama yang menopang kinerja perseroan sepanjang semester I 2026.
Hal tersebut tercermin dari rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) bank only yang berada di level 57,6% atau membaik 6,2 poin secara tahunan (yoy).
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, perbaikan rasio BOPO menunjukkan disiplin perseroan dalam mengelola biaya operasional tanpa mengurangi kualitas layanan kepada nasabah.
Menurutnya, capaian tersebut didukung oleh pengembangan kapabilitas digital yang terus dilakukan Bank Mandiri.
“Peningkatan produktivitas operasional tidak terlepas dari penguatan kapabilitas digital Bank Mandiri yang terus dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman layanan yang Cepat, Mudah, Aman, dan Nyaman, sejalan dengan semangat ‘Nyaman Bersama Mandiri’,” kata Novita dalam keterangan resminya.
Di segmen ritel, aplikasi Livin’ by Mandiri terus mencatat pertumbuhan pengguna. Hingga Juni 2026, platform tersebut telah memiliki sekitar 41 juta pengguna terdaftar atau meningkat 24,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bank Mandiri juga mencatat rata-rata penambahan sekitar 27 ribu pengguna baru setiap hari.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh pengembangan berbagai fitur dan layanan baru, seperti KSM Emas, KA Deposito, Next-G, serta Livin’ Call yang menyediakan layanan call center bebas pulsa selama 24 jam.
Sementara itu, pada segmen bisnis, platform Kopra by Mandiri juga menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga Juni 2026, Kopra telah melayani sekitar 354 ribu pengguna terdaftar, meningkat 26,8% secara tahunan. Dari jumlah tersebut, sekitar 84% merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Perseroan terus memperkuat kapabilitas Kopra melalui sejumlah inovasi, di antaranya fitur DHE Tracker, e-Documents Trade & Bank Garansi, serta berbagai solusi digital terintegrasi untuk mendukung kebutuhan transaksi dan operasional pelaku usaha.
Novita mengatakan, peningkatan pemanfaatan platform digital tersebut menunjukkan semakin kuatnya peran layanan digital Bank Mandiri dalam mendukung aktivitas transaksi nasabah sekaligus memperkuat ekosistem bisnis yang lebih efisien dan terintegrasi.
“Seluruh kapabilitas digital Bank Mandiri merupakan sarana untuk menjangkau nasabah secara efektif dan efisien, bahkan hingga ke pulau-pulau terluar, guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang inklusif,” kata Novita. (*)









