Yasir Machmud Dorong Sinergi HKTI-Pramuka Perkuat Pertanian dan Generasi Muda

fc3b7b5c f763 4bf6 8227 b6e0f5466df1
Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Yasir Machmud, menghadiri peresmian Center of Excellent Global Integrated Farming sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Gerakan Pramuka di sela-sela pelaksanaan Jambore Nasional di Cibubur, Jawa Barat.
banner 468x60

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Yasir Machmud, menghadiri peresmian Center of Excellent Global Integrated Farming sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Gerakan Pramuka di sela-sela pelaksanaan Jambore Nasional di Cibubur, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara sektor pertanian, kepemudaan, dan gerakan kepramukaan dalam mendorong ketahanan pangan nasional.

Yasir Machmud menilai keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian menjadi salah satu kunci menghadapi tantangan pangan di masa mendatang. Menurutnya, pertanian tidak lagi dapat dipandang sebagai sektor tradisional, tetapi harus dikembangkan menjadi sektor modern yang berbasis teknologi, inovasi, dan kewirausahaan.

Bacaan Lainnya

“Pertanian membutuhkan generasi muda yang inovatif dan mampu melihat sektor ini sebagai peluang ekonomi masa depan. Karena itu, sinergi HKTI dan Pramuka menjadi langkah yang sangat positif,” ujar Yasir.

Peresmian Center of Excellent Global Integrated Farming turut memperkenalkan konsep pertanian terpadu yang menggabungkan berbagai sektor, mulai dari budidaya tanaman, peternakan hingga pengelolaan sumber daya secara efisien dan berkelanjutan.

Konsep tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan pertanian saat ini, khususnya dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Menurut Yasir, kolaborasi HKTI dan Pramuka juga dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih jauh dunia pertanian. Pengetahuan mengenai pertanian modern, teknologi pangan, kewirausahaan, hingga pentingnya menjaga ketahanan pangan dapat ditanamkan sejak dini.

“Anak-anak muda harus diberikan ruang untuk belajar, berinovasi dan terlibat langsung. Kalau pertanian mampu dikemas dengan teknologi dan pendekatan kewirausahaan, saya yakin generasi muda akan semakin tertarik,” katanya.

Ia menambahkan, momentum Jambore Nasional di Cibubur menjadi ruang yang tepat untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam membangun komitmen bersama terhadap ketahanan pangan dan pembangunan sumber daya manusia.

Yasir berharap MoU antara HKTI dan Pramuka tidak berhenti pada seremoni, tetapi dilanjutkan dengan program konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh petani dan generasi muda.

“Yang paling penting adalah tindak lanjutnya. Kita ingin kerja sama ini menghasilkan program nyata, melahirkan petani-petani muda dan membuka peluang ekonomi baru di sektor pertanian,” tegasnya.

Bagi Sulawesi Selatan, penguatan sektor pertanian dan regenerasi petani menjadi perhatian penting. Sebagai salah satu daerah strategis penghasil pangan nasional, Sulsel memiliki potensi besar untuk mengembangkan pertanian berbasis teknologi dan sumber daya manusia muda.

Sinergi pemerintah, DPRD, HKTI, Pramuka, dunia usaha, serta masyarakat diharapkan mampu memperkuat ekosistem pertanian sekaligus membuka lebih banyak peluang usaha bagi generasi muda.

Dengan demikian, pengembangan Global Integrated Farming bukan hanya menjadi upaya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pos terkait