RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Lonjakan mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H (RAFI 2026) turut mendorong peningkatan signifikan aktivitas digital di kawasan timur Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, Telkomsel memastikan kualitas jaringan tetap stabil dan andal, seiring meningkatnya kebutuhan komunikasi dan hiburan pelanggan.
VP Area Network Operations Telkomsel Pamasuka, Anky Arief Priyagung, menyebutkan berdasarkan data internal Telkomsel Area Pamasuka (Papua, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan), puncak pergerakan pelanggan antarwilayah terjadi pada H+2 Idulfitri dengan jumlah mencapai 807 ribu pelanggan. “Arus terbesar tercatat menuju Sulawesi sebanyak 390 ribu pelanggan, disusul Kalimantan 284 ribu, dan Papua 132 ribu,” pungkas dia.
Sejalan dengan mobilitas tersebut, kata dia, trafik data juga mengalami lonjakan. Telkomsel mencatat payload puncak mencapai 17,4 PetaByte, meningkat 10,4 persen dibandingkan hari normal. Pertumbuhan trafik tertinggi terjadi di Sulawesi sebesar 12,9 persen, diikuti Maluku dan Papua 10,9 persen, serta Kalimantan 7,8 persen.
“Dari sisi penggunaan layanan, aplikasi berbasis komunikasi dan media sosial mendominasi aktivitas digital pelanggan. WhatsApp mencatat pertumbuhan payload tertinggi hingga 38,13 persen dibanding hari biasa, menegaskan peran penting layanan pesan instan sebagai sarana utama silaturahmi digital selama Ramadan dan Lebaran,” jelas dia.
Kategori layanan komunikasi secara keseluruhan menjadi kontributor terbesar dengan pertumbuhan 37,32 persen, diikuti media sosial yang naik 34,61 persen, serta e-commerce tumbuh 29,7 persen seiring meningkatnya aktivitas belanja daring masyarakat.
“Untuk menjaga kualitas layanan di tengah lonjakan trafik, Telkomsel memperkuat jaringan di 71 titik prioritas, meliputi jalur mudik, simpul transportasi, kawasan wisata, hingga area permukiman,” tambah dia.
Penentuan lokasi dilakukan berbasis analitik dan pemodelan machine learning, serta didukung teknologi Autonomous Network berbasis kecerdasan buatan (AI) guna memastikan stabilitas layanan secara end-to-end.
Hasilnya, hampir seluruh gangguan jaringan di titik prioritas berhasil diselesaikan tepat waktu dengan tingkat penyelesaian mencapai 97,2 persen, sementara ketersediaan layanan tetap terjaga di level 99,5 persen.
“Kualitas jaringan juga tetap stabil di sejumlah wilayah dengan lonjakan trafik tinggi, seperti Jeneponto di Sulawesi yang mencatat kenaikan hingga 82,7 persen, Hulu Sungai Utara di Kalimantan 72,6 persen, dan Hulu Sungai Tengah 68,5 persen,” sambung dia.
Di sektor pariwisata, kawasan Tanjung Bira di Bulukumba mencatat payload tertinggi mencapai 2,9 TB, disusul Pantai Liang di Maluku Tengah sebesar 2,2 TB.
“Telkomsel telah menyiapkan jaringan seoptimal mungkin sebagai bagian dari komitmen melayani pelanggan, agar mereka tetap dapat menjalani ibadah, mudik, hingga bersilaturahmi secara digital dengan nyaman. Kami terus memantau performa layanan dan melakukan penguatan di titik-titik prioritas agar koneksi tetap stabil saat dibutuhkan,” kunci dia. (*)












