RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Fauzi Andi Wawo, menegaskan bahwa kegiatan reses tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial. Reses harus menjadi ruang bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung suara masyarakat, menyerap aspirasi, sekaligus mendorong solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Menurut Fauzi, pertemuan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan warga dapat menjadi perhatian dalam penyusunan maupun pengawalan kebijakan pembangunan daerah.
“Reses bukan sekadar datang dan bertemu masyarakat. Yang lebih penting adalah mendengar, menyerap aspirasi, kemudian mengupayakan solusi yang benar-benar bisa dirasakan manfaatnya,” ujar Fauzi.
Ia juga menyoroti pentingnya pendampingan berkelanjutan melalui program Keluarga Binaan PKB. Program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat memperoleh akses yang lebih baik terhadap berbagai kebutuhan dasar, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan sosial.
Fauzi menilai pembangunan masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan dan pendampingan berbagai pihak agar keluarga dapat berkembang secara mandiri dan memiliki akses yang lebih luas terhadap berbagai layanan.
Melalui program Keluarga Binaan PKB, ia berharap pendampingan kepada masyarakat dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan demikian, berbagai persoalan yang dihadapi keluarga dapat diidentifikasi lebih awal dan dicarikan solusi yang tepat.
“Kita ingin tumbuh bersama masyarakat. Kebersamaan harus diwujudkan dalam bentuk kepedulian dan kerja nyata sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh setiap keluarga,” katanya.
Fauzi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan reses maupun berbagai program pemberdayaan. Aspirasi warga akan menjadi bagian penting dalam upaya mendorong kebijakan yang lebih berpihak kepada kebutuhan masyarakat.
Ia berharap kolaborasi bersama masyarakat dapat melahirkan lingkungan yang lebih kuat, mandiri, dan memiliki akses yang semakin baik terhadap pendidikan, kesehatan, serta berbagai program pemberdayaan sosial.














