DPW PKB Berharap Lahir Figur Berintegritas di DPC

PKB Harus Perluas Basis Pemilih
FOTO: IST//MUSCAB. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Zona II di Hotel The Rindra Makassar, Minggu (19/4/2026).

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Sulawesi Selatan sedang memasuki tahap krusial, salah satunya adalah Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK) atau penjaringan calon pengurus.

Sebanyak 84 bakal calon (bacalon) Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB akan mengikuti tahap Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK) pada Kamis, (23/4/2026) hari ini di Hotel MaxOne Makassar.

Sekretaris DPW PKB Sulsel, Muhammad Haekal, menyebut para peserta berasal dari 19 DPC kabupaten/kota yang telah merampungkan Musyawarah Cabang (Muscab) pada 8 hingga 20 April 2026. “Ada sekitar 84 orang yang akan ikut, kecuali dari DPC PKB Palopo karena pelaksanaannya ditunda,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Proses UKK akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa psikotes yang melibatkan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM) dan dipusatkan di Hotel MaxOne. Sementara tahap kedua berupa wawancara akan digelar pada 29 April 2026 di Kantor DPW PKB Sulsel.

Haekal menegaskan, DPW hanya bertindak sebagai fasilitator, sementara seluruh keputusan akhir berada di tangan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.

“Melalui tahapan UKK ini, PKB berharap dapat menjaring figur-figur terbaik yang memiliki kapasitas, integritas, dan loyalitas tinggi untuk memimpin DPC di masing-masing daerah serta memperkuat mesin partai menghadapi agenda politik ke depan,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad, dalam sambutannya saat membuka Muscab Zona II di Hotel The Rindra Makassar, menegaskan pentingnya memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah, khususnya Pengurus Anak Cabang (PAC) dan ranting. Menurutnya, PAC dan ranting merupakan garda terdepan partai yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Jangan pernah mengabaikan PAC dan ranting. Mereka yang berhadapan langsung dengan konstituen. Ketika ada persoalan di masyarakat, mereka yang pertama dihubungi,” ujarnya.

Ia menyoroti fenomena umum di partai politik, di mana struktur tingkat bawah kerap hanya diperhatikan menjelang pemilu. Padahal, peran mereka sangat strategis dalam menjaga eksistensi dan kekuatan partai.

Azhar juga mengingatkan agar para anggota legislatif dan pengurus partai tidak melupakan kontribusi PAC dan ranting, serta tetap melibatkan mereka dalam struktur kepengurusan di tingkat DPC.

Selain itu, ia menekankan bahwa PKB saat ini tengah bertransformasi menuju partai yang lebih modern dan adaptif terhadap tantangan politik ke depan.“Partai harus mampu beradaptasi. Tantangan ke depan semakin berat dan membutuhkan energi besar,” katanya.

Sementara itu, anggota Tim Lima sekaligus Juru Bicara DPW PKB Sulsel, Wawan Mattaliu, menjelaskan bahwa proses rekrutmen calon ketua DPC dilakukan secara terbuka dan sistematis.

Ia menyebutkan, tahapan uji kelayakan dan kepatutan (UKK) bagi calon ketua DPC akan berlangsung hingga akhir April 2026.“UKK tahap pertama dan kedua untuk calon ketua DPC ditargetkan selesai akhir bulan ini,” jelasnya.

Tahapan seleksi meliputi pemetaan kandidat oleh Tim Lima, uji kompetensi melalui fit and proper test, serta wawancara oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB sebelum penetapan ketua terpilih. Melalui Muscab ini, PKB Sulsel menargetkan terbentuknya kepengurusan yang solid dan mampu memperkuat basis partai hingga tingkat akar rumput.(*)

Pos terkait