DPRD Makassar Dorong Anggaran Kesbangpol Diperkuat

DPRD Makassar Dorong Anggaran Kesbangpol Diperkuat
Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso
banner 468x60
 

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Upaya menekan potensi kriminalitas di kalangan remaja dinilai perlu dimulai dengan memperbanyak ruang pembinaan dan aktivitas positif bagi anak muda. DPRD Kota Makassar pun mendorong Pemerintah Kota Makassar memperkuat dukungan anggaran untuk Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) pada APBD 2027.

Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menilai ketersediaan anggaran menjadi salah satu faktor penting agar program pembinaan generasi muda dapat berjalan lebih luas. Menurutnya, Kesbangpol memiliki program yang dapat diarahkan untuk membangun karakter dan aktivitas positif anak muda, tetapi pelaksanaannya perlu ditopang pembiayaan yang memadai.

“Ini kan tergantung anggaran sebenarnya. Sejauh mana pemerintah melihat bahwasanya ini penting untuk pembinaan anak-anak muda kita di Makassar, ya harus didukung dengan pendanaan yang harus masuk di Kesbangpol,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Politikus PKS tersebut mengatakan Kesbangpol memiliki berbagai program pembinaan yang sebenarnya dapat menjangkau kelompok anak muda. Persoalannya, keterbatasan dana berpotensi membuat cakupan kegiatan menjadi terbatas.

“Kesbangpol dengan program-program yang ada saya rasa banyak program mereka untuk pembinaan-pembinaan anak muda. Cuma bagaimana mereka mau bergerak kalau misalnya ya anggaran yang ada terbatas,” ujarnya.

Andi Hadi menilai Kesbangpol memiliki posisi strategis karena pembinaan dapat dilakukan di berbagai ruang yang dekat dengan kehidupan anak muda. Sekolah hingga lingkungan RT dan RW dapat menjadi titik pelaksanaan program pembinaan.”Mereka kan mudah sekali masuk di sekolah-sekolah, masuk di RT/RW, bagaimana membina anak muda di situ,” katanya.

Selain memperkuat program pembinaan pemerintah, ia meminta Pemkot Makassar memperbanyak sarana yang dapat menjadi wadah kegiatan positif bagi generasi muda. Salah satu fasilitas yang dianggap penting adalah ruang olahraga yang mudah diakses warga.”Saya sepakat bahwasanya harusnya di setiap RT ada wahana-wahana olahraga yang diterbitkan oleh pemerintah,” tuturnya.

Menurutnya, keberadaan fasilitas olahraga di lingkungan permukiman dapat mengarahkan anak muda untuk menghabiskan waktu pada kegiatan yang produktif. Aktivitas tersebut bisa dilakukan pada pagi maupun sore hari.

Ia juga mendorong agar fasilitas publik milik pemerintah dibuat lebih terbuka dan ramah bagi anak muda. Dengan begitu, generasi muda tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga merasa ikut memiliki berbagai fasilitas yang dibangun pemerintah.

“Tempat-tempat pemerintahan harus ramah terhadap anak bangsa ini. Sehingga anak-anak merasa bahwasanya apa yang dibangun pemerintah itu juga milik mereka,” ujarnya.

Pembinaan, lanjutnya, juga perlu diperluas melalui organisasi yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kesbangpol didorong meningkatkan pembinaan terhadap organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta organisasi keagamaan di Kota Makassar.

Di tengah dorongan tersebut, Andi Hadi juga mengapresiasi kabar mengenai penurunan angka kriminalitas di Kota Makassar. Ia melihat perkembangan tersebut sebagai sinyal positif bagi terciptanya kondisi kota yang lebih aman dan nyaman.

“Suatu kesyukuran bagi kita bahwasanya ini terjadi di Makassar yang kita inginkan barangkali Makassar ini menjadi kota yang kondusif, kota yang dipenuhi dengan keamanan dan kedamaian,” katanya.

Namun, ia mengingatkan bahwa kriminalitas merupakan persoalan yang membutuhkan pencegahan secara konsisten. Menurutnya, penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah, aparat kepolisian, DPRD, organisasi masyarakat hingga warga.

Ia berharap sinergi berbagai pihak dapat terus diperkuat, terutama dalam menciptakan lingkungan yang aman sekaligus menyediakan ruang tumbuh yang sehat bagi generasi muda.”Perlu banyak orang baik di Kota Makassar ini,” pungkasnya. (*)

Pos terkait