RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat pengawasan penyaluran BBM dan LPG 3 Kg di Sulawesi Selatan. Langkah tersebut dilakukan melalui dialog bersama Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus yang terdiri dari PMKRI, PMI, dan GMKI Makassar, Jumat (25/9).
Pertemuan yang turut melibatkan jajaran Polrestabes Makassar itu menjadi ruang untuk membahas kondisi distribusi energi bersubsidi di lapangan, termasuk pelayanan SPBU, penyaluran BBM bersubsidi, aktivitas transportir, hingga pengawasan terhadap lembaga penyalur.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan kondisi pelayanan BBM di Makassar mulai berangsur membaik. Pertamina juga terus mengevaluasi berbagai langkah yang telah diterapkan dengan menyesuaikannya terhadap kondisi terkini.
“Kami berterima kasih atas masukan dan dukungannya. Kondisi di Makassar saat ini sudah mulai landai dan cenderung normal. Berbagai upaya terus kami evaluasi bersama pemerintah dan aparat penegak hukum agar pelayanan dan distribusi energi semakin baik,” ujar Deny.
Salah satu langkah yang disiapkan yakni penguatan penerapan cluster SPBU untuk penyaluran Solar. Pengaturan tersebut akan diperkuat melalui edaran Pemerintah Kota Makassar, sehingga kendaraan dapat diarahkan ke titik pelayanan berdasarkan kelompok yang telah ditetapkan.
Skema tersebut diharapkan mampu mengatur arus kendaraan dan mengurangi kepadatan pada SPBU tertentu.
Di sisi lain, pengawasan terhadap BBM bersubsidi juga terus diperketat. Pertamina bersama pemerintah dan aparat penegak hukum melakukan pemantauan di berbagai titik penyaluran untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan.
Deny menegaskan, lembaga penyalur yang terbukti melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai aturan.
“Pengawasan kami perkuat di setiap titik penyaluran. Kalau ada lembaga penyalur yang terbukti melakukan pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai aturan. Pemerintah dan aparat juga terus bergerak bersama untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan,” tegasnya.
Untuk LPG 3 Kg, Pertamina juga telah melakukan penyesuaian alokasi dan penambahan suplai di sejumlah wilayah berdasarkan perkembangan kebutuhan masyarakat.
Penyaluran terus dipantau melalui jaringan agen dan pangkalan resmi agar distribusi berlangsung tertib dan tepat sasaran.
Sementara itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan kepolisian masih mendalami sejumlah informasi dan laporan terkait dugaan pelanggaran dalam distribusi BBM.
“Kami terus mendalami kasus-kasus terkait BBM yang melibatkan oknum dari pihak mana pun. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Apabila ditemukan bukti pelanggaran, kami tidak ragu mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan,” ujarnya.
Arya juga mengajak masyarakat menyampaikan aspirasi secara tertib. Menurutnya, pengawasan distribusi energi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat yang dapat memberikan informasi apabila menemukan indikasi pelanggaran di lapangan.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum selanjutnya akan terus mengevaluasi pola penyaluran BBM dan LPG 3 Kg.
Penguatan pengawasan tersebut diarahkan untuk memastikan energi bersubsidi diterima masyarakat yang berhak sekaligus menjaga pelayanan di SPBU tetap berjalan sesuai ketentuan. (mm)














