Pengelola Jalan Tol Perkuat Sistem Keselamatan

KORPORASI PINGGIR
FOTO: IST//KESELAMATAN. PT Makassar Metro Network (MMN) dan PT Makassar Airport Network (MAN) menggelar joint evacuation drill atau simulasi evakuasi terpadu yang melibatkan sejumlah instansi terkait pada Minggu (28/6/2026).

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Pengelola Jalan Tol Makassar, PT Makassar Metro Network (MMN) dan PT Makassar Airport Network (MAN), memperkuat sistem keselamatan pengguna jalan melalui pelaksanaan joint evacuation drill atau simulasi evakuasi terpadu yang melibatkan sejumlah instansi terkait.

Kegiatan yang digelar pada Minggu (28/6/2026) ini bertujuan menguji kesiapsiagaan sistem tanggap darurat sekaligus meningkatkan koordinasi lintas lembaga dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat di ruas tol.

Simulasi tersebut melibatkan PT Pertamina Patra Niaga, PT Elnusa Petrofin, Induk PJR Tol Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar.

Bacaan Lainnya

Dalam latihan tersebut, peserta mensimulasikan penanganan insiden kompleks, mulai dari evakuasi korban di Jalan Tol Layang A.P. Pettarani, pengaturan arus lalu lintas saat kondisi darurat, hingga pemadaman kebakaran kendaraan.

Seluruh skenario dirancang untuk menguji kecepatan respons, efektivitas prosedur, serta koordinasi antarinstansi dalam situasi darurat.

Direktur Utama PT Makassar Metro Network, Ismail Malliungan, mengatakan keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama perusahaan. Menurutnya, simulasi berkala diperlukan untuk memastikan seluruh prosedur, personel, peralatan, dan mekanisme koordinasi mampu berjalan optimal ketika menghadapi kondisi darurat yang sebenarnya.

“Kecepatan respons dan sinergi antarinstansi menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan penanganan di lapangan. Karena itu, pengujian sistem secara berkala penting dilakukan agar seluruh pihak memahami peran dan tanggung jawabnya,” ujarnya.

Senada, Region Manager HSSE Sulawesi PT Pertamina Patra Niaga, Ryan Hendra, mengatakan simulasi bersama menjadi sarana membangun koordinasi yang cepat dan terstruktur antarinstansi.

“Melalui latihan ini, setiap pihak dapat memahami mekanisme koordinasi yang harus dilakukan sehingga proses penanganan keadaan darurat dapat berlangsung lebih efektif apabila insiden benar-benar terjadi,” katanya.

Sementara itu, Direktur Operasi dan Marketing PT Elnusa Petrofin, Ferdiansyah, menilai simulasi terpadu menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan personel, khususnya dalam menghadapi kondisi darurat yang melibatkan kendaraan operasional dan distribusi energi.

Kata dia, kegiatan tersebut tidak hanya menguji pemahaman terhadap prosedur keselamatan, tetapi juga meningkatkan kemampuan personel dalam mengambil keputusan secara cepat dan tepat di lapangan.

Melalui simulasi dan evaluasi tersebut, pihaknya berharap sinergi antarinstansi semakin kuat sehingga mampu menghadirkan sistem keselamatan yang andal, responsif, dan berkelanjutan bagi seluruh pengguna jalan.

“Pengguna jalan juga diimbau untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kondisi kendaraan sebelum bepergian, serta segera melaporkan setiap kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan kepada petugas jalan tol atau melalui Sentra Komunikasi di nomor 1500-147,” kunci dia. (*)

Pos terkait