Laba CIMB Niaga Tembus Rp2,3 Triliun di Awal 2026

cimb
FOTO: IST//SOLID. PT Bank CIMB Niaga Tbk membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun, mencerminkan fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi.

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — PT Bank CIMB Niaga Tbk membuka tahun 2026 dengan performa keuangan yang solid. Pada kuartal pertama (1Q26), bank swasta nasional ini membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun, mencerminkan fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi.

Presiden Direktur & CEO PT Bank CIMB Niaga Tbk, Lani Darmawan, menyampaikan bahwa kinerja positif ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang stabil, peningkatan fee-based income, serta pengelolaan biaya yang disiplin.

“Kami memulai tahun ini dengan fondasi yang kuat, didukung strategi yang tepat dan fokus pada layanan nasabah,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Dari sisi intermediasi, total kredit/pembiayaan tumbuh 2,2% secara tahunan (YoY) menjadi Rp235,1 triliun. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh segmen corporate banking yang naik 4,8%, disusul UKM 1,2% dan consumer banking 0,2%.

“Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp260,1 triliun, dengan kontribusi signifikan dari CASA yang melonjak 12,2% menjadi Rp192,3 triliun. Rasio CASA pun mencapai 73,9%, memperkuat struktur pendanaan bank,” terang dia.

Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) di bawah rata-rata industri, serta biaya kredit (CoC) yang terkontrol di bawah 1%. Di sisi permodalan dan likuiditas, rasio kecukupan modal (CAR) tercatat tinggi di level 25,3% dan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 89,2%.

Total aset konsolidasian bank mencapai Rp368,2 triliun per Maret 2026, menegaskan posisi CIMB Niaga sebagai salah satu bank swasta terbesar di Indonesia.

“Di segmen syariah, kinerja CIMB Niaga Syariah juga tetap kuat dengan pembiayaan Rp52,9 triliun dan DPK Rp45,0 triliun. Unit ini terus memperluas ekosistem keuangan syariah melalui kemitraan strategis dan penguatan basis dana murah,” jelas dia.

Tidak hanya itu, komitmen terhadap keberlanjutan juga semakin nyata. Hingga kuartal pertama 2026, pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp60,2 triliun atau hampir 26% dari total portofolio, dengan porsi signifikan mengalir ke sektor energi terbarukan dan UMKM.

“Di sisi digital, transformasi terus dipercepat. Sebanyak 90,6% transaksi nasabah kini dilakukan melalui kanal branchless banking, termasuk platform OCTO dan OCTOBIZ. Transaksi melalui aplikasi OCTO sendiri tumbuh 29% secara tahunan, mencerminkan meningkatnya adopsi layanan digital oleh nasabah,” tambah dia.

Untuk memperkuat pengalaman perbankan, CIMB Niaga juga mengembangkan konsep Digital Branch dan Digital Hub yang mengintegrasikan layanan fisik dan digital. Hingga Maret 2026, bank telah mengoperasikan 35 Digital Branch dan 38 Digital Hub di berbagai wilayah.

Tak hanya itu, CIMB Niaga juga memperkenalkan OCTOBIZ, platform digital terintegrasi bagi nasabah bisnis. Sejak diluncurkan awal 2026, platform ini telah digunakan oleh lebih dari 20.000 perusahaan, menunjukkan tingginya kebutuhan dunia usaha terhadap solusi keuangan digital yang efisien.

Dia menambahkan, jika CIMB Niaga akan terus mendorong pertumbuhan yang pruden dengan fokus pada kualitas aset, penguatan CASA, serta peningkatan fee-based income.

“Strategi ini sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan dalam menciptakan nilai berkelanjutan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup dia. (*)

Pos terkait