Produksi Nikel Matte Vale Certat 13.620 Ton

Produksi Nikel Matte Vale 13.620 Ton
FOTO: IST//JAGA MARGIN. PT Vale Indonesia Tbk mencatat penurunan produksi nikel matte pada triwulan I 2026. Volume produksi tercatat sebesar 13.620 ton, turun dari realisasi triwulan sebelumnya yang berada di atas 17 ribu ton.

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — PT Vale Indonesia Tbk mencatat penurunan produksi nikel matte pada triwulan I 2026, seiring langkah optimalisasi operasional yang tengah dijalankan perseroan.

Volume produksi tercatat sebesar 13.620 ton, turun dari realisasi triwulan sebelumnya yang berada di atas 17 ribu ton. Penurunan ini terjadi di tengah proses pemeliharaan dan pembangunan kembali fasilitas utama, termasuk Furnace 3, serta penyesuaian terhadap persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

Meski produksi menurun, manajemen menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga keandalan operasi dan meningkatkan efisiensi.

Bacaan Lainnya

CEO dan Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, menyampaikan bahwa perusahaan tetap fokus menjaga kinerja operasional di tengah dinamika industri tambang. “Kami terus berupaya memastikan operasional berjalan optimal, sekaligus menjaga disiplin biaya di tengah berbagai tantangan,” ujarnya.

Penurunan produksi ini juga mencerminkan fase transisi perseroan dalam memperkuat fondasi operasional, terutama dengan pengembangan proyek-proyek baru yang tengah berjalan.

Pada 2026, sambung dia, PT Vale Indonesia Tbk mulai mengakselerasi operasional di tiga blok tambang utama Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa. Selain itu, perusahaan juga mulai melakukan penjualan bijih nikel limonit dari Pomalaa sebagai bagian dari strategi diversifikasi produk.

“Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada satu jenis produk sekaligus memperkuat ketahanan bisnis di tengah fluktuasi harga nikel global. Di sisi lain, tekanan biaya masih menjadi perhatian,” ujar dia.

Kenaikan harga energi dan bahan baku turut mendorong peningkatan biaya operasional per ton, sehingga efisiensi menjadi kunci dalam menjaga profitabilitas.

Kinerja produksi PT Vale Indonesia Tbk diproyeksikan akan kembali meningkat seiring rampungnya optimalisasi fasilitas dan mulai beroperasinya proyek-proyek baru. “Namun dalam jangka pendek, perusahaan masih akan berada dalam fase penyesuaian operasional sebagai bagian dari strategi transformasi yang lebih luas,” tutup dia. (*)

Pos terkait