Bank Mandiri Catat Pertumbuhan Kredit 19,9% pada Semester I 2026

Semester I 2026 Bank Mandiri Catat Pertumbuhan Kredit 199
Bank Mandiri

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan kredit yang solid pada kuartal II 2026. Hingga Juni 2026, penyaluran kredit bank only mencapai Rp1.592 triliun atau tumbuh 19,9% secara tahunan (yoy), melampaui rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan yang sebesar 12,7% berdasarkan data Bank Indonesia.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, pertumbuhan kredit tersebut menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam memperkuat fungsi intermediasi sekaligus mendukung sektor riil melalui pembiayaan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Menurutnya, ekspansi kredit dilakukan secara hati-hati dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian di seluruh segmen pembiayaan.

Bacaan Lainnya

Riduan menjelaskan, pada ekosistem pemerintahan dan BUMN, penyaluran kredit mencapai Rp489 triliun atau meningkat 41,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pembiayaan tersebut diarahkan untuk mendukung proyek strategis nasional, pembangunan infrastruktur, sektor energi, pertahanan, hingga layanan publik.

Sementara itu, kredit usaha mikro tumbuh 15,7 persen menjadi Rp31,3 triliun sebagai upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM dan masyarakat produktif.

“Ekosistem-ekosistem ini saling melengkapi dan turut menopang penyaluran program prioritas nasional, mulai dari pembiayaan proyek strategis pemerintah, penguatan daya saing pelaku usaha, hingga perluasan akses finansial bagi UMKM dan masyarakat,” kata Riduan dalam keterangan resminya.

Di sisi pendanaan, Bank Mandiri juga membukukan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.710 triliun atau tumbuh 17,1% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut berada di atas rata-rata industri yang mencapai 10,2% dan didorong meningkatnya aktivitas transaksi nasabah di berbagai ekosistem layanan Bank Mandiri.

Direktur Commercial Banking Bank Mandiri Totok Priyambodo mengatakan, outstanding kredit komersial mencapai Rp343 triliun atau naik 15,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Penyaluran pembiayaan difokuskan pada sektor-sektor produktif yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian, seperti perkebunan, hilirisasi, transportasi dan logistik, energi, serta berbagai sektor strategis lainnya.

Menurut Totok, ekspansi kredit yang sehat turut memperkuat fundamental keuangan perseroan. Sepanjang semester I 2026, Bank Mandiri membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 10,3% secara tahunan dengan laba bersih konsolidasi mencapai Rp30,4 triliun atau meningkat 24,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (*)

Pos terkait