RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR— Partai NasDem Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Konsolidasi besar-besaran digelar dengan mempertemukan jajaran pengurus, anggota DPRD, kepala daerah, hingga anggota DPR RI Fraksi NasDem se-Sulsel.
Kegiatan konsolidasi sekaligus Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD NasDem se-Sulawesi Selatan tersebut berlangsung di Hotel Claro Makassar, Minggu (30/8/2026) kemarin. Forum ini menjadi momentum memperkuat soliditas internal sekaligus menyatukan langkah menghadapi dinamika politik dan perubahan sistem pemilu ke depan.
Ketua DPW Partai NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif, menegaskan konsolidasi menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh struktur dan kader NasDem bergerak dalam satu garis perjuangan.
“Kita berkumpul kembali dalam rangka konsolidasi dan Bimtek DPRD se-Sulawesi Selatan untuk menerima materi baru tentang kepartaian serta kohesivitas antara DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota,” kata Syaharuddin.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem Nining Indra Shaleh, sejumlah anggota DPR RI Fraksi NasDem, di antaranya Rudianto Lallo, serta jajaran pengurus dan anggota DPRD NasDem dari 24 kabupaten/kota dan DPRD Sulsel.
Syaharuddin juga secara khusus menghadirkan salah satu direktur di Kementerian Dalam Negeri untuk memberikan pemahaman terkait persiapan pengaturan dan tata kelola sistem pemilu.
Menurutnya, dinamika mengenai sistem pemilu maupun pilkada masih menjadi pembahasan yang perlu dipahami secara utuh oleh seluruh kader. Termasuk isu mengenai masa jabatan legislatif hingga 2031 serta kemungkinan perubahan mekanisme pilkada langsung maupun tidak langsung.
“Untuk memperjelas informasi soal politik, saya mengundang salah satu direktur. Kemarin saya datangi di Jakarta dan alhamdulillah beliau berkesempatan hadir,” ujarnya.
Syaharuddin menilai perjalanan NasDem Sulsel selama 14 tahun telah membentuk infrastruktur politik yang kuat dan mengakar hingga tingkat ranting. Ia meminta seluruh kader tidak mudah terpengaruh oleh dinamika maupun polemik internal yang muncul. “Kalau ada gangguan sedikit pun, jangan pernah ciut nyalinya. Terus bekerja untuk masyarakat Sulawesi Selatan,” tegasnya.
Syaharuddin mengingatkan bahwa kekuatan NasDem tidak dibangun dalam waktu singkat. Sejak 2014, 2019 hingga 2024, kader NasDem terus membawa narasi perubahan dan bergerak membangun kekuatan di tengah masyarakat.
Namun, menurutnya, narasi perubahan harus dibuktikan melalui kerja nyata para kader yang mendapatkan amanah jabatan politik. “Kalau kader-kadernya tidak menjadikan contoh dan teladan, maka masyarakat akan meninggalkan kita,” katanya.
Ia bahkan memberikan peringatan keras kepada kader yang setelah memperoleh jabatan justru tidak lagi konsisten dengan garis perjuangan partai. “Kalau kita tidak konsisten, saya yakin 2029 rakyat akan meninggalkan kita. Tapi kalau kita konsisten dan istiqomah bergerak sesuai harapan Ketua Umum, saya yakin 2029 dengan kekuatan kolektif kolegial Partai NasDem, kita bisa mempertahankan kekuatan ini,” ujarnya.
Syaharuddin juga menyinggung anggapan sejumlah pihak yang meremehkan kekuatan generasi muda dalam politik. Ia menegaskan pengalaman politik tidak selalu ditentukan oleh usia, tetapi oleh kerja, konsistensi dan kemampuan membangun kekuatan dari bawah. “Jangan pandang enteng anak muda! Jangan pandang enteng orang pergerakan, jangan pandang enteng orang yang bergerak dari bawah,” tegasnya.
Menurutnya, kekuatan NasDem Sulsel yang dibangun selama 14 tahun menjadi modal penting untuk menghadapi pertarungan politik 2029. Karena itu, ia meminta seluruh kader menjaga kekompakan antara fraksi DPRD, pengurus partai dan kepala daerah. “Fraksi dengan kepala daerahnya, fraksi dengan pengurus DPD-nya harus bersama-sama kompak,” katanya.
Syaharuddin menilai menjadi persoalan jika kader NasDem yang duduk di legislatif justru tidak memberikan dukungan terhadap kepala daerah yang juga merupakan kader atau didukung partai. Ia meminta seluruh kader mengawal program kepala daerah sepanjang kebijakan tersebut berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Apa usulan kita, selama itu untuk rakyat, kita dukung. Komitmen kita waktu pilkada, kita kawal kader kita sampai sukses menjadi kepala daerah di daerahnya masing-masing,” pungkasnya.
Konsolidasi tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa NasDem Sulsel mulai mempersiapkan fondasi politik menuju 2029 dengan mengandalkan soliditas struktur, kekuatan legislatif, kepala daerah dan kader yang bergerak hingga tingkat akar rumput.(*)














