NasDem Tak Mau Main Aman, Bidik Tambahan 7 Kursi di DPRD Sulsel

NasDem Sulsel Tak Mau Main Aman
FOTO: IST //BIMTEK. Ketua DPW NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif didampingi Sekretaris NasDem Sulsel Andi Rachmatika Dewi dan Bendahara NasDem Sulsel Muhammad Sadar di sela Konsolidasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota DPRD se-Sulsel Partai NasDem di Hotel Claro Makassar, Minggu (30/8/2026).
banner 468x60

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Partai NasDem Sulawesi Selatan mulai mengirim sinyal keras menuju Pemilu 2029. Tak sekadar mempertahankan eksistensi, NasDem memasang target ambisius 24 kursi DPRD Sulsel.

Target tersebut menjadi tantangan terbuka di tengah ketatnya pertarungan politik Sulsel. Untuk mewujudkan ambisi itu, konsolidasi internal mulai digenjot. Struktur partai hingga kader di daerah pemilihan (dapil) dituntut bergerak lebih agresif. Setiap suara akan menjadi bagian penting dari perburuan 24 kursi.

Ketua DPW NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif menyampaikan target tersebut di sela Konsolidasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota DPRD se-Sulsel Partai NasDem di Hotel Claro Makassar, Minggu (30/8/2026). “Ya, terus menambah kursi. Sekarang kursi NasDem 17 kursi, kita mau tambah menjadi 24 kursi,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Syahar mengatakan konsolidasi dan bimtek menjadi bagian dari persiapan NasDem menghadapi agenda politik mendatang, termasuk Pemilu 2029. Kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan kapasitas anggota DPRD Fraksi NasDem agar mampu menjalankan tugas dan menghadapi berbagai persoalan masyarakat.

“Semakin sering kita berkonsolidasi, semakin sering berdiskusi, maka muncul ilmu baru, komunikasi baru, dan masalah baru yang bisa kita selesaikan,” kata Syahar.

Menurut dia, konsolidasi menjadi ruang bagi partai untuk mengevaluasi kelemahan sekaligus memperkuat kapasitas kader. NasDem juga membekali anggota DPRD dengan pengetahuan baru agar mereka lebih siap menghadapi konstituen.

“Konsolidasi itu kita lakukan untuk memperkuat titik lemah kita. Ilmu baru yang belum didapatkan anggota kita berikan supaya mereka tentu siap menghadapi konstituen dan masyarakat,” ujarnya.

Syahar menilai anggota DPRD menghadapi beragam persoalan di tengah masyarakat. Karena itu, peningkatan pengetahuan dan kemampuan komunikasi menjadi kebutuhan penting bagi kader yang duduk di parlemen.

Ia menyebut NasDem Sulsel rutin melakukan konsolidasi untuk memastikan seluruh kader memiliki pemahaman dan informasi yang sama. Rapat koordinasi bahkan berlangsung hampir setiap pekan melalui Zoom.

“Ini bukan hampir tiap bulan, tetapi hampir setiap minggu kita rapat melalui Zoom untuk mengonsolidasikan hal-hal yang mungkin tidak kelihatan konsolidasinya,” jelasnya.

Syahar menegaskan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi forum peningkatan kapasitas anggota DPRD, tetapi juga bagian dari persiapan menghadapi kontestasi politik 2029. “Ini bagian dari persiapan Pilkada. Yang paling penting itu ilmu, kemudian informasi, dan target yang ingin kita capai,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris NasDem Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, menegaskan pentingnya konsolidasi dan penguatan struktur partai sebagai modal menghadapi kontestasi politik 2029.

Bagi NasDem Sulsel, Pemilu 2029 bukan sekadar mempertahankan suara, tetapi momentum untuk melompat lebih tinggi. Target 24 kursi menjadi tantangan bagi seluruh kader untuk membuktikan bahwa mesin politik NasDem mampu bekerja hingga ke tingkat akar rumput.

Cicu–sapaan akrab Ketua DPRD Sulsel itu bahkan menyebut konsolidasi tersebut sebagai bukti bahwa NasDem memiliki kapasitas untuk menjadi kekuatan politik utama di Sulawesi Selatan. “Merupakan satu bukti bahwa Partai NasDem memang layak menjadi pemenang di Sulawesi Selatan,” tegasnya.(*)

Pos terkait