RUANGAKSELERASI.ID, MAROS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros kembali mendapat apresiasi atas kinerjanya dalam mendorong pemulihan ekonomi daerah. Pemkab Maros meraih penghargaan kategori Katalis Pemulihan Ekonomi Pascapandemi pada ajang detiktimur Awards 2026.
Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Maros, Chaidir Syam, dalam malam puncak detiktimur Awards 2026 yang berlangsung di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap berbagai kebijakan dan program Pemkab Maros yang dinilai berhasil mendorong kebangkitan ekonomi setelah dihantam pandemi COVID-19.
Kinerja tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi Maros yang sebelumnya terkontraksi hingga 10,87 persen pada 2020. Kondisi tersebut berangsur pulih dengan pertumbuhan positif 1,36 persen pada 2021 dan terus menguat hingga mencapai 9,54 persen pada triwulan I 2026.
Pertumbuhan ekonomi tersebut tidak lepas dari sejumlah strategi pemerintah daerah, mulai dari percepatan investasi melalui penyederhanaan perizinan dan pendampingan investor hingga penguatan sektor-sektor produktif.
Sektor pertanian, perikanan dan peternakan menjadi salah satu penopang ekonomi daerah. Di sisi lain, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif terus didorong untuk membuka sumber pertumbuhan baru.
Pemkab Maros juga memberikan perhatian terhadap sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Dukungan diberikan melalui akses permodalan, pelatihan, digitalisasi usaha hingga perluasan akses pasar.
Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan dan irigasi turut digenjot untuk memperlancar aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Penghargaan detiktimur Awards 2026 menjadi pengakuan terhadap berbagai kebijakan Pemkab Maros yang dinilai mampu memberikan dampak nyata terhadap proses pemulihan sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Capaian tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi Pemkab Maros untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan memperkuat investasi, memberdayakan UMKM dan mengembangkan potensi unggulan daerah secara berkelanjutan.









