PAM Mini Jadi Solusi Air Bersih Warga Maros Hadapi Kemarau

Pemkab Maros Dorong PAM Mini Atasi Kebutuhan Air Bersih Saat Kemarau
Bupati Maros, A S Chaidir Syam terus mendorong lahirnya inovasi desa untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih di tengah musim kemarau.
banner 468x60

RUANGAKSELERASI.ID, MAROS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros terus mendorong lahirnya inovasi desa untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih di tengah musim kemarau. Salah satu terobosan tersebut hadir melalui pengelolaan PAM Mini oleh BUMDes Tenrigangkae, Kecamatan Mandai.

Bupati Maros, A S Chaidir Syam, mengatakan PAM Mini menjadi alternatif bagi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan pasokan air dari jaringan PDAM.

“PAM Mini ini dikelola oleh BUMDes desa dan menjadi salah satu inovasi dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih,” kata Chaidir.

Bacaan Lainnya

PAM Mini memanfaatkan sumber air dari sumur dengan debit besar yang pembangunannya dilakukan berdasarkan hasil musyawarah desa. Kehadiran layanan tersebut kini mulai dirasakan masyarakat.

Saat ini, PAM Mini telah melayani sekitar 158 rumah dari potensi hampir 800 rumah di Desa Tenrigangkae. Pemkab Maros mendorong agar cakupan layanan terus diperluas sehingga semakin banyak warga mendapatkan akses air bersih.

Untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan, pemerintah desa juga tengah menyiapkan Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur tarif air. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menopang biaya operasional dan pemeliharaan fasilitas.

Tak hanya sektor air bersih, Pemkab Maros juga menyiapkan langkah menghadapi dampak kemarau terhadap pertanian. Salah satunya melalui pemanfaatan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).

Jaringan yang didukung sumur bor bantuan pemerintah pusat tersebut saat ini mampu mengairi sekitar 2 hektare lahan sawah. Kapasitasnya masih berpotensi dikembangkan hingga mencapai 10 hektare.

Untuk memastikan kebutuhan air petani tetap terpenuhi, Pemkab Maros turut menyiagakan satuan tugas (satgas) pompanisasi. Petani yang mengalami kendala pengairan dapat melapor melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk mendapatkan bantuan pompa, khususnya pada lahan yang memiliki sumber air potensial.

Selain pompanisasi, Pemkab Maros terus mengupayakan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga produktivitas petani sekaligus meminimalkan dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian.

Pemkab Maros berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, BUMDes dan masyarakat dapat memperkuat ketahanan daerah menghadapi kemarau, baik dalam pemenuhan kebutuhan air bersih maupun menjaga keberlangsungan produksi pertanian.

Pos terkait