RUANGAKSELERASI.ID, MAROS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros bergerak cepat menangani krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Sebanyak 16 armada truk tangki air dikerahkan untuk menyalurkan bantuan air bersih secara berkala kepada masyarakat terdampak.
Armada tersebut resmi dilepas dari Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros, oleh Bupati Maros, Chaidir Syam. Pada tahap awal, distribusi air diprioritaskan ke dua wilayah yang masuk zona merah kekeringan, yakni Kecamatan Maros Baru dan Kecamatan Lau.
Chaidir Syam mengatakan langkah tanggap darurat tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan dan berdampak terhadap 6.738 kepala keluarga (KK).
Masyarakat terdampak tersebar di empat kecamatan zona merah, yakni Maros Baru, Lau, Bontoa dan Marusu. Sementara empat kecamatan lainnya masuk zona kuning, yaitu Turikale, Tanralili, Moncongloe dan Mandai.
Untuk memastikan pasokan air tetap tersedia, Pemkab Maros memobilisasi armada tangki secara masif dan berkelanjutan.
“Setiap harinya, minimal 16 tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter akan dikerahkan secara berkesinambungan hingga kondisi pasokan air kembali membaik,” ujar Chaidir Syam.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin, mengatakan distribusi air bersih akan berlangsung hingga Oktober mendatang. Pemkab Maros juga telah menyiapkan anggaran awal untuk mendukung operasional penanganan kekeringan.
“Untuk operasional awal pendistribusian air bersih hari ini, dikucurkan anggaran awal Rp600 juta dengan mekanisme penyaluran empat kali sehari untuk setiap tangki,” pungkasnya.
Pemkab Maros berharap distribusi air secara rutin dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meringankan dampak kekeringan yang masih melanda sejumlah wilayah.(*)









