RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Sebanyak 100 peserta yang berasal dari 15 kecamatan di Makassar ambil bagian dalam tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bagi para kandidat Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP di tingkat kecamatan se-Kota Makassar.
Kegiatan ini digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulawesi Selatan di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Sulsel, Jalan Gunung Bawakaraeng, Rabu (08/04/2026).
Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPD PDIP Sulsel, Dr. H. Alimuddin menekankan, seleksi ini tidak hanya mencari figur yang kuat dalam struktur organisasi, tetapi juga memiliki kedalaman ideologi partai.
Selain Makassar, proses serupa sebelumnya juga telah digelar di Kabupaten Jeneponto. Tahapan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Bulukumba, Luwu Utara, Parepare, serta sejumlah kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Selatan.
“Perjuangan ke depan sangat kompetitif. Kita membutuhkan Ketua PAC yang memahami kerja-kerja ideologi partai, bukan sekadar pengurus, tetapi penggerak utama partai di tingkat kecamatan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa sosok Ketua PAC yang dibutuhkan adalah figur yang hadir di tengah masyarakat, memahami persoalan warga, serta mampu menerjemahkan garis perjuangan partai dalam bentuk kerja nyata.
Hal senada disampaikan Bendahara DPD PDIP Sulsel, Risfayanti Muin. Ia mengingatkan pentingnya penguasaan ideologi partai bagi setiap kandidat yang mengikuti seleksi.
Menurutnya, calon Ketua PAC harus mampu mengamalkan ajaran Bung Karno, menjunjung tinggi nilai nasionalisme, serta menjaga kehormatan partai.
Sementara itu, Dr. A. Yagkin Padjalangi yang juga merupakan pengurus DPD PDI Perjuangan berharap agar calon pemimpin di tingkat kecamatan benar-benar memiliki kedekatan dengan masyarakat. “Jangan hanya hadir saat momentum politik, tetapi harus dikenal, dipercaya, dan menjadi tempat mengadu bagi masyarakat di wilayahnya,” tegasnya.
Pandangan lain disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif DPD PDI Perjuangan Sulsel, Ir. H. Ramdhan Pomanto. Ia menekankan pentingnya kemampuan adaptasi di era digital.
Ketua PAC ke depan harus adaptif dan melek zaman. Mereka harus mampu memanfaatkan media sosial, teknologi komunikasi, dan pendekatan modern untuk memperluas pengaruh serta komunikasi politik,” jelasnya. (*)












