OJK Tekan Risiko Keuangan Ilegal

PINGGIR OJK Tekan Risiko Keuangan Ilegal
FOTO: IST //DIGITAL. Kantor OJK Sulselbar bersama Pemerintah Kabupaten Pasangkayu dan sektor jasa keuangan menggelar edukasi literasi keuangan bagi pelajar, pelaku UMKM dan kaum perempuan di Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulbar.
banner 468x60

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Pemerintah Kabupaten Pasangkayu dan sektor jasa keuangan menggelar edukasi literasi keuangan bagi pelajar, pelaku UMKM dan kaum perempuan di Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulbar.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) sekaligus rangkaian Road to Bulan Inklusi Keuangan. Edukasi melibatkan pelajar SMP 1 Pasangkayu serta perwakilan pelaku UMKM dan kaum perempuan di Kabupaten Pasangkayu.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch Muchlasin, mengatakan perkembangan era digital membuat akses masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan keuangan semakin mudah. Kondisi tersebut, kata dia, perlu diimbangi dengan pemahaman dan literasi keuangan yang memadai.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, literasi keuangan penting agar masyarakat mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, mengelola pendapatan dan pengeluaran dengan baik, serta terhindar dari berbagai risiko dan praktik keuangan yang merugikan.

“Di era digital saat ini, akses terhadap berbagai produk dan layanan keuangan semakin mudah dan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku UMKM, kaum perempuan hingga pelajar. Kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman dan literasi keuangan yang memadai,” ujar Muchlasin.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Pasangkayu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Suhardi, mengapresiasi pelaksanaan edukasi keuangan yang menyasar pelaku UMKM dan kaum perempuan.

Ia menilai kegiatan tersebut penting untuk memperluas wawasan masyarakat mengenai isu-isu keuangan, terutama dalam mengenali dan mengantisipasi praktik keuangan ilegal yang berpotensi menimbulkan kerugian.

Suhardi berharap kegiatan edukasi serupa dapat dilaksanakan secara rutin sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan dan merata di Kabupaten Pasangkayu.

Sementara itu, Kepala SMP 1 Pasangkayu, Asrianur, mengatakan edukasi keuangan bagi pelajar diharapkan memberikan dampak positif terhadap generasi muda dalam memanfaatkan layanan keuangan secara bijak.

Ia juga menekankan pentingnya memberikan pemahaman kepada pelajar agar dapat menghindari berbagai aktivitas keuangan yang berisiko, termasuk judi online yang saat ini marak di kalangan masyarakat.

OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat berkomitmen terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai program strategis. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM serta pembukaan rekening bagi pelajar.

Melalui berbagai program tersebut, OJK berharap masyarakat semakin cakap dalam mengelola keuangan sejak dini. Peningkatan literasi dan inklusi keuangan juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan serta membantu masyarakat menghindari berbagai risiko keuangan. (*)

Pos terkait