RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) terus memperkuat dukungan pembiayaan bagi industri tekstil dan produk tekstil (TPT), untuk mendorong peningkatan kinerja ekspor nasional. Langkah ini dilakukan seiring membaiknya permintaan global terhadap produk tekstil dan meningkatnya kebutuhan pasar akan produk yang berkelanjutan.
Direktur Pelaksana Bisnis I LPEI, Anton Herdianto, mengatakan industri tekstil Indonesia masih memiliki peluang besar untuk memperluas pasar ekspor.
“Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan penguatan daya saing melalui rantai pasok yang lebih kuat, modernisasi industri, serta pemenuhan standar internasional yang kini menjadi perhatian utama pembeli global,” kata Anton dalam keterangan tertulisnya yang diterima Upeks di Makassar, Kamis (30/7/2026).
Menurut Anton, daya saing ekspor tekstil Indonesia saat ini ditopang produk finished fabric yang berkontribusi sekitar 74 persen terhadap total ekspor TPT nasional. Selain harga yang kompetitif, buyer global kini juga mempertimbangkan kualitas produk, ketepatan pengiriman, traceability, hingga penggunaan material yang berkelanjutan.
Untuk mendukung penguatan sektor tersebut, LPEI menggelar LPEI Export Forum (LEF) Bandung bertema Membangun Rantai Pasok Garmen yang Kompetitif dan Berkelanjutan untuk Pasar Global. Forum ini mempertemukan pelaku industri, eksportir, pemasok, asosiasi, dan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan daya saing ekspor tekstil Indonesia.
Anton menjelaskan, LPEI juga menyediakan berbagai fasilitas pembiayaan, penjaminan, asuransi, serta layanan trade finance yang disesuaikan dengan kebutuhan eksportir.
Dukungan tersebut mencakup pembiayaan pra dan pascapengapalan, Trade Credit Insurance (TCI), hingga Marine Cargo Insurance untuk memberikan perlindungan terhadap risiko perdagangan internasional.
Indonesia Eximbank Institute memperkirakan ekspor tekstil nasional masih akan tumbuh hingga 2027 seiring membaiknya prospek ekonomi global dan meningkatnya permintaan produk tekstil berkelanjutan. Ekspor tekstil diproyeksikan tumbuh sekitar 2-3,2 persen pada 2026 dan meningkat menjadi 3,5-4 persen pada 2027.
Sementara Direktur Utama PT Ungaran Sari Garments, Maniwanen, mengatakan, dukungan pembiayaan dan asuransi dari LPEI telah membantu perusahaan menjaga kelancaran ekspor sekaligus memitigasi berbagai risiko perdagangan internasional.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, LPEI, dan pelaku usaha diharapkan semakin memperkuat daya saing industri tekstil nasional di pasar global. (*)












