RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Komitmen Amartha dalam memperkuat ekonomi kerakyatan terus diwujudkan melalui dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya perempuan di perdesaan.
Selama lebih dari 16 tahun, perusahaan teknologi keuangan tersebut telah menyalurkan pembiayaan produktif senilai lebih dari Rp47 triliun kepada lebih dari 4 juta UMKM perempuan di berbagai daerah di Indonesia. Dukungan tersebut tidak hanya membuka akses permodalan bagi pelaku usaha, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Sepanjang 2025, UMKM yang didukung Amartha berhasil menciptakan sekitar 90.000 lapangan kerja baru melalui perekrutan karyawan pertama oleh pelaku usaha. Menariknya, sebanyak 86 persen dari tenaga kerja baru tersebut merupakan perempuan.
Chief Funding Officer Amartha, Julie Fauzie, mengatakan pembiayaan produktif menjadi salah satu kunci agar UMKM mampu mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, hingga menciptakan peluang kerja di lingkungan sekitarnya.
“Ketika modal disalurkan ke UMKM, dampaknya dapat meluas secara ekonomi. Melalui pembiayaan produktif, UMKM memperoleh akses modal untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, hingga membuka lapangan pekerjaan,” ujar Julie.
Untuk memperluas dukungan tersebut, Amartha juga menghadirkan Amartha Prosper melalui produk Grassroots Growth Series (GGS).
Skema ini menghubungkan investor dengan pembiayaan produktif bagi UMKM perempuan yang tersebar di lebih dari 50.000 desa di Indonesia. Melalui produk ini, masyarakat tidak hanya memperoleh peluang investasi, tetapi juga ikut berkontribusi terhadap pengembangan sektor riil.
“Dana yang diinvestasikan disalurkan kepada pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha sehingga menciptakan portofolio yang terdiversifikasi dan dikelola secara terukur,” jelas dia.
Julie menjelaskan, di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, investasi yang terhubung dengan sektor produktif menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin memperoleh potensi imbal hasil sekaligus memberikan dampak sosial.
“Melalui Amartha Prosper, masyarakat dapat berinvestasi sekaligus mendukung pembiayaan sektor riil, khususnya UMKM perempuan di perdesaan. Investor bukan hanya memperoleh potensi imbal hasil, tetapi juga ikut menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas dan inklusif,” katanya.
Sejak diluncurkan pada Januari 2026, Amartha Prosper mendapat sambutan positif dari investor ritel. Produk ini dinilai menjadi alternatif diversifikasi investasi di luar aset konvensional sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi jutaan pelaku UMKM.
Amartha meyakini pemberdayaan UMKM perempuan akan memberikan manfaat berkelanjutan, tidak hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat sekitar melalui terciptanya lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. (*)












