RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR– Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan, Ilham Ari Fauzi AU, merespons pengukuhan Bupati Sinjai Ratnawati Arif sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Sinjai.
Menurutnya, keputusan kepala daerah bergabung dengan partai politik tertentu merupakan hal yang lumrah dan tidak perlu dipersoalkan.
Ilham mengatakan, seorang kepala daerah memiliki tanggung jawab yang tidak hanya berkaitan dengan kepentingan partai politik, tetapi juga kepentingan masyarakat dan daerah yang dipimpinnya.
“Kalau seperti itu saya rasa lumrah, sangat lumrah. Mengingat banyak pertimbangan, apalagi kalau yang bersangkutan sudah menjadi kepala daerah. Artinya, bukan hanya kepentingan partai yang dibawa, tetapi juga kepentingan daerah yang dipimpinnya,” ujar Ilham saat ditemui di Hotel Melia Makassar, Jumat (7/8).
Ia mencontohkan, perpindahan atau bergabungnya kepala daerah ke partai tertentu juga terjadi di daerah lain. Karena itu, menurutnya, dinamika politik seperti ini harus disikapi secara dewasa.
“Kita lihat kemarin, misalnya dari Gerindra, ada lima kepala daerah. Menurut saya itu sangat wajar. Jadi, sebagai orang partai, kita harus memaklumi kondisi seperti itu,” katanya.
Meski mengakui ada rasa kehilangan ketika figur yang pernah didukung memilih berlabuh di partai lain, Ilham menegaskan hubungan baik tetap terjalin.
“Kalau merasa kehilangan, ya mungkin ada rasa kehilangan. Tetapi insya Allah silaturahmi tetap terjaga. Bantuan dan komunikasi juga tetap berjalan dengan baik,” ucapnya.
Ilham juga memastikan tidak ada sanksi dari PPP terkait pengukuhan Ratnawati sebagai Ketua DPC Gerindra Sinjai.
Menurut dia, Ratnawati memang diusung PPP bersama Gerindra pada Pilkada Sinjai, tetapi tidak pernah tercatat sebagai kader PPP.
“Beliau memang diusung oleh PPP dan Gerindra. Namun, beliau memang belum pernah memakai jaket PPP dan tidak terdaftar sebagai kader. Jadi, beliau bukan keluar dari PPP,” tegasnya.
Ia menambahkan, PPP tetap membuka ruang komunikasi dengan seluruh pihak, termasuk keluarga Ratnawati. Putra Ratnawati, Achmad Fauzan Guntur, saat ini masih menjabat sebagai anggota DPRD Sulawesi Selatan periode 2024–2029 dari Fraksi PPP.
“Beliau tetap menjadi anggota dewan dari PPP dan tetap berkontribusi untuk PPP. Tidak ada sanksi, karena PPP ini bukan sekadar partai, tetapi juga satu keluarga. Intinya, selama dia bisa bekerja untuk partai, kita tidak melihat siapa orang tuanya atau siapa saudaranya,” ujar Ilham.
Terkait kekuatan PPP di Kabupaten Sinjai, Ilham menegaskan partainya tidak mengalami pelemahan meski Ratnawati kini memimpin Gerindra di daerah tersebut.
“Untuk Sinjai sendiri, kita tidak kehilangan kekuatan atau menjadi kosong. Kita masih memiliki tiga kursi di sana, dan pimpinan komisi juga ada dari PPP. Jadi kondisinya tidak terlalu berpengaruh,” katanya.
Ilham juga meluruskan pernyataannya mengenai Ratnawati sebagai bupati pertama dari PPP di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, yang dimaksud adalah Ratnawati merupakan bupati pertama di Sulawesi Selatan yang diusung oleh PPP, bukan kader yang berasal dari PPP.
“Maksudnya, bupati pertama yang diusung oleh PPP di Sulawesi Selatan. Iya, betul,” tutupnya.(***)












