PLN Kebut Pemeliharaan, Pemadaman Bergilir di Sulselrabar Berlangsung 4 Hari

pemadaman
ILUSTRASI. Petugas PLN mengatasi gangguan kelistrikan yang berdampak dengan padamnya listrik sebagian wilayah.
banner 468x60

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR – Pemadaman listrik bergilir terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga empat hari ke depan seiring dilakukannya pemeliharaan sejumlah fasilitas ketenagalistrikan oleh PT PLN.

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulselrabar menargetkan kondisi kelistrikan kembali normal pada Kamis atau Jumat mendatang. Selama proses pemeliharaan, pemadaman dalam satu sesi diperkirakan berlangsung sekitar 1 hingga 3,5 jam, tergantung kondisi sistem dan pekerjaan di lapangan.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan, mengatakan pengaturan beban dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan.

Bacaan Lainnya

“Semua elemen kelistrikan kita benahi, dan kami juga berupaya mempercepat proses pemeliharaan agar pasokan listrik segera kembali seperti semula,” kata Niki, Senin (31/8/2026).

Menurut dia, pemeliharaan mencakup berbagai infrastruktur ketenagalistrikan, mulai dari jaringan, gardu, trafo hingga peralatan pendukung lainnya. Pekerjaan dilakukan di sejumlah titik di wilayah Sulsel, Sultra dan Sulbar.

Bukan Dampak El Nino

PLN menegaskan pemadaman bergilir yang berlangsung saat ini bukan disebabkan fenomena El Nino maupun musim kemarau ekstrem.

Niki menyebut kondisi tersebut murni berkaitan dengan proses pemeliharaan fasilitas ketenagalistrikan.

“Kondisi tersebut murni berkaitan dengan pemeliharaan fasilitas ketenagalistrikan, bukan disebabkan oleh El Nino maupun penurunan debit air PLTA,” ujarnya.

Meski demikian, pemeliharaan tersebut sekaligus menjadi langkah PLN untuk memperkuat kesiapan sistem menghadapi potensi dampak musim kemarau dan El Nino ke depan.

Debit Air PLTA Mulai Menurun

Di sisi lain, PLN mengakui debit air sungai yang menjadi sumber pembangkit listrik tenaga air (PLTA) mulai mengalami penurunan. Kondisi ini terjadi karena hujan belum turun secara signifikan.

Namun, PLN memastikan penurunan debit air tersebut sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap produksi listrik.

“Kami akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sumber air untuk menentukan langkah antisipasi apabila kemarau semakin panjang,” kata Niki.

Saat ini, daya terpasang pada sistem kelistrikan Sulawesi Selatan berada di kisaran 2.000 megawatt (MW). Sementara daya mampu mencapai sekitar 1.996 MW.

PLN menyebut angka tersebut bersifat fluktuatif dan dapat berubah setiap hari, bergantung pada kondisi pembangkit serta sistem kelistrikan secara keseluruhan.

PLN memastikan proses pemeliharaan terus dipercepat agar pengaturan beban dan pemadaman bergilir tidak berlangsung lebih lama dari yang diperlukan.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat normalisasi pasokan listrik, tetapi juga memperkuat keandalan sistem kelistrikan Sulselrabar dalam menghadapi kondisi cuaca dan kebutuhan listrik masyarakat ke depan.(*)

Pos terkait