RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Keyakinan konsumen Indonesia turun pada Juli 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 116,8, turun dari 117,8 pada bulan sebelumnya. Meski menurun, IKK masih berada di atas ambang batas optimistis, yakni 100.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, keyakinan konsumen yang tetap terjaga pada Juli 2026 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang masih berada di level optimistis.
“Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tetap berada pada level optimis masing-masing sebesar 107,9 dan 125,7, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya masing-masing sebesar 109,2 dan 126,4,” kata Denny dalam keterangan resminya, Senin (10/8/2026).
Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini masih kuat. Hal tersebut tercermin dari IKE Juli 2026 yang berada di level 107,9, meski turun dari 109,2 pada Juni 2026.
Optimisme terhadap kondisi ekonomi saat ini ditopang oleh Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG), yang masing-masing tercatat sebesar 118,5, 101,1, dan 104,1.
Ketiga indeks tersebut juga mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Juni 2026, IPSI tercatat 119,8, IKLK 101,8, dan IPDG 105,9.
Di sisi lain, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi dalam enam bulan ke depan masih kuat. IEK Juli 2026 tercatat sebesar 125,7, turun dari 126,4 pada bulan sebelumnya.
Tetap kuatnya IEK bersumber dari optimisme terhadap ekspektasi penghasilan, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi kegiatan usaha. Ketiganya masing-masing tercatat sebesar 133,6, 123,1, dan 120,4.
Dalam survei yang sama, BI mencatat rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi atau average propensity to consume ratio pada Juli 2026 sebesar 72,7%. Angka tersebut relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 73%.
Sementara itu, proporsi pendapatan yang digunakan untuk pembayaran cicilan atau utang atau debt installment to income ratio meningkat menjadi 10,5% dari 10% pada Juni 2026.
Adapun proporsi pendapatan konsumen yang disimpan atau saving to income ratio tercatat sebesar 16,8%, sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 17%.
Meski secara bulanan mengalami penurunan, IKK Juli 2026 tetap menunjukkan konsumen Indonesia berada dalam kondisi optimistis karena indeks masih berada di atas level 100. (*)









