Bidik Kemenangan di 2029, Gerindra Sulsel Pacu Kader Muda

Gerindra Sulsel Pacu Kader Muda Bidik Kemenangan 2029
FOTO: IST //DIKLAT LASKAR. Gerindra Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar di kawasan Batu Lapisi, Malino, Kabupaten Gowa, sejak Jumat (4/9/2026) hingga Minggu (6/9/2026). Hadir sekitar 500 kader muda Gerindra dari 24 kabupaten/kota di Sulsel.
banner 468x60

RUANGAKSELERASI.ID, GOWA — Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya kaderisasi untuk membangun kader partai yang memiliki kesamaan ideologi, visi, loyalitas, dan militansi.

Hal itu disampaikan Andi Iwan saat menghadiri Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra Sulsel di kawasan Batu Lapisi, Malino, Kabupaten Gowa. Kegiatan tersebut berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) hingga Minggu (6/9/2026) dan diikuti sekitar 500 kader muda dari 24 kabupaten/kota di Sulsel.

Andi Iwan mengatakan Gerindra merupakan partai kader yang memiliki ideologi dan visi. Karena itu, partai perlu mencetak kader melalui proses pembinaan sejak usia muda.“Gerindra adalah partai kader yang punya ideologi dan visi. Kita ingin mencetak kader sendiri sejak muda,” kata Andi Iwan.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua Komisi V DPR RI itu menegaskan, kaderisasi tidak cukup dilakukan dengan merekrut tokoh yang sudah memiliki pengalaman politik. Gerindra, kata dia, perlu membangun kader dari proses awal agar memiliki pemahaman yang kuat terhadap ideologi dan visi partai. “Tidak sebatas menerima dan merekrut tokoh yang sudah jadi,” ujarnya.

Menurut Andi Iwan, kader muda menjadi bagian penting dalam regenerasi Gerindra. Mereka diharapkan tumbuh dengan pemahaman ideologi yang sama serta mampu menjalankan perjuangan politik partai secara konsisten. “Karena kita butuh kader muda yang sejalan, punya ideologi yang sama,” kata Ketua DPD Kadin Sulsel tersebut.

Ia menyebut perjalanan Gerindra selama 18 tahun memberikan banyak pengalaman dalam membangun dan mengembangkan kader. Pengalaman itu menjadi modal bagi partai untuk terus memperbaiki sistem kaderisasi dan menyiapkan kader untuk kebutuhan jangka panjang. “Selama 18 tahun Gerindra berdiri, Gerindra sudah banyak melalui perjalanan kader,” katanya.

Andi Iwan juga menyoroti pentingnya loyalitas kader. Ia tidak ingin proses kaderisasi melahirkan kader instan yang mudah berpindah haluan ketika menghadapi dinamika politik. “Kita tidak lagi ingin punya kader instan yang mudah goyah atau pindah partai di tengah jalan, tapi kita ingin mencetak kader militan yang loyal dan siap berjuang bersama,” tegasnya.

Politisi yang merupakan alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas) itu berharap para peserta Diklat Laskar Gerindra Sulsel dapat mengambil peran dalam pemenangan Gerindra pada Pemilu 2029.

Ia mendorong kader muda tidak hanya aktif dalam struktur internal partai, tetapi juga turun langsung ke tengah masyarakat. Kader diharapkan mampu menyampaikan ideologi dan visi Gerindra hingga ke tingkat akar rumput. “Kader-kader ini diharapkan ambil bagian dalam pemenangan Pemilu 2029 dan turun menyampaikan ideologi dan visi Gerindra ke akar rumput,” ujar Andi Iwan.

Sementara itu, Sekretaris DPD Gerindra Sulsel Darmawangsyah Muin mengatakan Diklat Laskar Gerindra menjadi bagian dari proses kaderisasi untuk membentuk kader yang disiplin, loyal, dan memiliki militansi.

Darmawangsyah menjelaskan Laskar Gerindra merupakan satuan kader sekaligus sayap penggerak militan Partai Gerindra. Program tersebut menempa peserta melalui pendidikan dan latihan yang terstruktur.

“Laskar Gerindra ini adalah satuan kader atau sayap penggerak militan Partai Gerindra yang dibentuk melalui program pendidikan dan latihan terstruktur untuk menempa disiplin, loyalitas, serta ideologi kerakyatan,” kata Darmawangsyah saat memberikan materi kepada peserta.

Menurutnya, Diklat Laskar Gerindra Sulsel tidak sekadar memberikan pembekalan kepada peserta, tetapi juga membangun kekuatan politik melalui proses kaderisasi yang terarah. Program tersebut secara khusus menyasar generasi muda sebagai bagian dari regenerasi kader Gerindra.

“Melalui Diklat Laskar Partai Gerindra Sulsel ini, kita membangun kekuatan politik melalui proses kaderisasi yang terarah, khususnya dengan menyiapkan generasi muda,” ujarnya.

Darmawangsyah mengatakan setiap peserta memiliki tanggung jawab untuk memahami peran sebagai kader dan penggerak partai. Ia menekankan bahwa pengabdian kepada masyarakat membutuhkan proses, disiplin, dan keteguhan.“Setiap peserta berdiri membawa panji, mereka belajar memahami tanggung jawab. Tidak ada hasil yang instan dalam kancah pengabdian sosial, semua menuntut kekuatan yang luar biasa,” katanya.

Ia pun mengingatkan seluruh kader muda Gerindra Sulsel agar konsisten bergerak bersama masyarakat setelah mengikuti Diklat.“Selamat belajar buat kader muda Partai Gerindra Sulsel. Saya mengingatkan seluruh kader konsisten bergerak bersama masyarakat,” pungkas Darmawangsyah.(*)

Pos terkait