RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mengakui SOKSI masih menghadapi sejumlah keterbatasan. Namun, ia menilai kondisi tersebut harus menjadi tantangan bersama untuk mengembalikan kekuatan organisasi.
IAS mengingatkan kembali posisi strategis SOKSI dalam sejarah perjalanan Golkar. “Jangan sampai kita berpikir bahwa SOKSI dibesarkan oleh Partai Golkar. Kalau kita kembali melihat perjalanan sejarah, justru SOKSI-lah yang menjadi salah satu kekuatan yang merintis dan membesarkan Golkar hingga kemudian berkembang menjadi sebuah partai politik,” ujar IAS.
Ia menilai perubahan teknologi, arus informasi, serta karakter masyarakat yang semakin kritis menuntut organisasi politik dan organisasi pendukungnya mengubah pendekatan.
IAS berharap SOKSI tidak hanya mengandalkan pendekatan struktural, tetapi juga hadir secara konkret dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Ia juga mendorong SOKSI membuka ruang rekrutmen kader secara lebih luas, khususnya bagi generasi muda dan masyarakat yang memiliki potensi.
“Golkar harus menjadi sebuah rumah besar yang mampu memberikan ruang, kesempatan, dan jalan bagi kader-kader SOKSI untuk berkembang dan melanjutkan estafet kepemimpinan ke depan,” katanya.
IAS berharap SOKSI tidak sekadar menjadi bagian dari sejarah Golkar, tetapi juga mengambil peran penting dalam masa depan partai. “Mari kita bangun kembali kekuatan itu. Mari kita bangun komitmen bersama. Dan mari kita pastikan SOKSI dan Partai Golkar dapat berjalan bersama untuk menghadapi perubahan zaman dan memenangkan masa depan,” ujarnya.
Melalui Rakerda XIX, SOKSI Sulsel menargetkan penguatan konsolidasi organisasi, peningkatan kaderisasi, serta penyelarasan program dengan Partai Golkar.
Langkah tersebut diharapkan memperkuat kontribusi SOKSI dalam mendampingi masyarakat dan mendukung agenda Partai Golkar di Sulawesi Selatan.(*)













