WIKA Beton Kembangkan Rumah Modular

WIKA Beton Kembangkan Rumah Modular
PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton), anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), memperkenalkan inovasi rumah modular WHOME dalam ajang Danantara Housing Expo 2026.
banner 468x60

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton), anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), memperkenalkan inovasi rumah modular WHOME dalam ajang Danantara Housing Expo 2026. Teknologi ini dikembangkan untuk mempercepat pembangunan hunian sekaligus menjawab kebutuhan rumah dalam skala besar.

Director of Engineering and Production WIKA Beton Verly Widiantoro mengatakan, inovasi WHOME merupakan hasil pengembangan riset kolaboratif bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Kami memberikan dukungan agar Program Tiga Juta Rumah ini bisa terwujud. Dengan membangun secara masif, maka salah satu tantangannya adalah kecepatan. Inovasi WHOME ini mencoba menjawabnya,” ucap Verly, dalam siaran pers, Senin (31/8/2026).

Bacaan Lainnya

Salah satu keunggulan WHOME terletak pada metode pembangunan yang mengusung konsep modular precast. Melalui metode tersebut, komponen rumah diproduksi terlebih dahulu di pabrik, kemudian dikirim ke lokasi proyek untuk dirakit layaknya menyusun lego.

Metode konstruksi tersebut memungkinkan proses pembangunan berlangsung lebih cepat. Berdasarkan dua kali uji lapangan yang telah dilakukan WIKA Beton, struktur rumah dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua hari. Sementara itu, pembangunan rumah secara keseluruhan hingga tahap all furnished dapat rampung dalam waktu sekitar 10 hari.

Selain mengutamakan kecepatan pembangunan, WHOME juga dirancang untuk memiliki ketahanan terhadap gempa. Pengembangan fitur tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan BRIN yang melibatkan riset serta tenaga ahli eksternal.

Mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI), tingkat keamanan struktur WHOME telah teruji sebagai rumah tahan gempa yang memenuhi standar Kategori Desain Seismik (KDS) D dari Kementerian Pekerjaan Umum, Bandung.

WHOME juga mengusung konsep bangunan yang lebih ramah lingkungan melalui penggunaan sejumlah material sisa industri. WIKA Beton memanfaatkan fly ash yang berasal dari limbah batu bara serta slag dari limbah besi untuk diolah menjadi bagian dari material bangunan.

“Penggunaan material tersebut ditujukan untuk mengurangi emisi karbon sekaligus memanfaatkan limbah industri. Jadi kami memanfaatkan barang-barang limbah, sehingga itu fitur green-nya,” ujarnya.

Menurut Verly, berbagai keunggulan teknologi WHOME tidak hanya diuji melalui rumah contoh yang ditampilkan dalam Danantara Housing Expo 2026. Teknologi bangunan WIKA Beton tersebut juga telah diterapkan dalam pembangunan rumah di Aceh Tamiang.

Untuk mendukung pembangunan di wilayah dengan kondisi khusus seperti Aceh Tamiang, WIKA Beton dapat menerapkan konsep mobile plant. Konsep ini memungkinkan fasilitas produksi disiapkan lebih dekat dengan lokasi proyek sehingga proses distribusi komponen bangunan dapat lebih efisien.

Verly mengatakan kapasitas produksi untuk pembangunan rumah di Tamiang bahkan dapat mencapai sekitar 5.000 rumah dalam satu bulan. “Dengan segala keterbatasan, kami bisa secara cepat, kami bangun rumah di sana,” katanya.(*)

Pos terkait