Transaksi Pembayaran Digital Tumbuh 28,14%

Transaksi Pembayaran Digital Tumbuh 2814 scaled
FOTO: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.//KETERANGAN. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur di kantor Bank Indonesia.

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap tinggi pada Mei 2026, seiring dukungan sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,22 miliar transaksi atau tumbuh 28,14% secara tahunan (yoy).

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan, pertumbuhan tersebut didorong oleh semakin luasnya akseptasi pembayaran digital di berbagai sektor. Kinerja positif juga ditopang oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant yang memanfaatkan layanan pembayaran digital.

“Pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Mei 2026 tetap tinggi didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,22 miliar transaksi atau tumbuh 28,14% (yoy) pada Mei 2026 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital,” urai Perry Warjiyo dalam keterangan resminya.

Bacaan Lainnya

Menurut Perry, transaksi melalui aplikasi mobile banking dan internet banking masih menunjukkan tren peningkatan. Volume transaksi melalui aplikasi mobile tumbuh 26,16% (yoy), sementara transaksi internet banking meningkat 15,51% (yoy).

Di sisi lain, penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus mencatat pertumbuhan yang sangat tinggi. Pada Mei 2026, volume transaksi QRIS meningkat 95,10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 26,16% (yoy) dan 15,51% (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 95,10% (yoy). Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant,” kata Perry.

Dari sisi infrastruktur sistem pembayaran, BI mencatat volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 518 juta transaksi atau tumbuh 31,63% (yoy). Nilai transaksi yang diproses melalui layanan tersebut mencapai Rp1.265 triliun pada Mei 2026.

Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) tercatat sebanyak 0,78 juta transaksi atau tumbuh 1,98% (yoy). Adapun nominal transaksi yang diproses melalui BI-RTGS mencapai Rp15.618 triliun atau meningkat 8,08% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 518 juta transaksi atau tumbuh 31,63% (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp1.265 triliun pada Mei 2026. Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 0,78 juta transaksi atau tumbuh 1,98% (yoy), dengan nominal transaksi BI-RTGS tumbuh 8,08% (yoy) mencapai Rp15.618 triliun pada Mei 2026,” terangnya.

Selain transaksi digital, BI juga mencatat pertumbuhan uang kartal yang beredar di masyarakat. Hingga Mei 2026, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) mencapai Rp1.324 triliun atau tumbuh 15,80% secara tahunan. (*)

Pos terkait