RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan menuntaskan rangkaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap struktur organisasi di seluruh daerah.
Evaluasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk memastikan kesiapan internal partai, tetapi juga menjadi pijakan dalam menentukan program kerja yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Rangkaian Monev ditutup di Kantor DPD PKS Kota Makassar, Jalan Abdullah Daeng Sirua, Kecamatan Manggala, Selasa (18/8/2026). Kota Makassar dipilih sebagai lokasi penutup karena memiliki posisi strategis sebagai pusat pemerintahan, aktivitas ekonomi, sekaligus salah satu barometer politik di Sulawesi Selatan.
Ketua DPW PKS Sulsel, Anwar Faruq, S.Kom., M.M., memimpin langsung kegiatan tersebut bersama Sekretaris Umum Kasman, S.Kom., serta jajaran pengurus harian dan kepala bidang DPW PKS Sulsel.
Jajaran DPW kemudian bertemu dengan pengurus DPD PKS Kota Makassar yang dipimpin Ketua DPD PKS Kota Makassar sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, S.S., M.A., bersama jajaran anggota FPKS DPRD Makassar.
Anwar mengatakan Monev harus ditempatkan sebagai instrumen untuk mengukur sejauh mana organisasi menjalankan fungsi dan target yang telah ditetapkan. Karena itu, evaluasi tidak boleh berhenti pada pemenuhan administrasi maupun agenda rutin partai.
“Makassar adalah etalase utama pergerakan PKS di Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, Monev ini bukan sekadar agenda rutin formalitas, melainkan langkah krusial untuk memastikan seluruh instrumen partai bekerja secara terukur, presisi, dan solid hingga ke tingkat ranting,” ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini juga mengatakan, evaluasi terhadap struktur di seluruh kabupaten dan kota akan menjadi bahan untuk melihat kekuatan sekaligus bagian organisasi yang masih perlu diperbaiki. Hasil tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan prioritas kerja PKS di tingkat wilayah maupun daerah.
Ia menekankan, ukuran keberhasilan organisasi politik pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh soliditas struktur internal. Kehadiran dan manfaat yang dirasakan masyarakat juga harus menjadi bagian penting dari evaluasi.
“Kami ingin memastikan bahwa kerja-kerja politik PKS senantiasa hadir membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui Monev ini, kita menyelaraskan visi, mengevaluasi capaian, serta memperkuat komitmen seluruh kader untuk terus berada di barisan terdepan dalam melayani warga,” lanjutnya.
“Dengan demikian, hasil Monev diharapkan tidak hanya menghasilkan catatan internal, tetapi diterjemahkan menjadi program dan aktivitas yang menjawab persoalan warga,” tambah Anwar Faruq.
Ketua DPD PKS Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menyambut baik evaluasi yang dilakukan jajaran DPW. Menurutnya, arahan dari tingkat wilayah dapat menjadi penguatan bagi struktur partai di tingkat kota dalam menjalankan agenda organisasi.
“Bagi PKS Makassar, evaluasi tersebut juga menjadi momentum untuk melihat kembali efektivitas kerja struktur di tengah dinamika kebutuhan masyarakat dan perkembangan politik daerah,” ujarnya.
Rangkaian Monev DPW PKS Sulsel kemudian ditutup setelah seluruh agenda evaluasi di Kota Makassar rampung. Dengan berakhirnya rangkaian tersebut, hasil evaluasi dari berbagai daerah selanjutnya menjadi bahan bagi DPW dalam menyusun arah dan prioritas kerja organisasi ke depan. (*)









