RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) telah merampungkan komposisi kepengurusan baru. Enam nama kini didorong untuk mengisi posisi strategis Sekretaris DPD I Golkar Sulsel dan telah dikonsultasikan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Keenam figur tersebut yakni Rahman Pina, Andi Patarai Amir, Sittiara Kinang, Arfandy Idris, Armin Mustamin Topputiri, dan Andi Zulkarnaen Latief atau Icul.
Selain itu ada dua figur yang bakal berebut mengisi posisi bendahara, yakni Ketua Golkar Pinrang Usman Marham dan anggota Soksi Amirullah Nur Saenong.
IAS menegaskan, meskipun kewenangan penentuan sekretaris berada di DPD I, pihaknya tetap memilih membuka ruang konsultasi dengan DPP. Langkah tersebut dinilai penting agar susunan kepengurusan Golkar Sulsel ke depan memiliki soliditas dan sejalan dengan agenda partai secara nasional.
“Meski DPD I yang menentukan, tapi kami tetap mengkonsultasikan ke DPP. Untuk pengurus sementara sudah dikirim 230 nama. Sekretaris ada enam orang yang berpeluang, seperti Rahman Pina, Armin Mustamin Toputiri, Patarai Amir, Arfandy Idris, Sittiara, Icul (Andi Zulkarnaen Latief). Artinya figur ini saya tidak ragukan kapasitasnya,” ujar IAS kepada wartawan, Sabtu (15/8/2026).
Posisi sekretaris tentunya menjadi salah satu jabatan paling strategis di tubuh DPD I. Selain mendampingi ketua dalam menjalankan roda organisasi, sekretaris akan menjadi salah satu figur penting dalam menerjemahkan agenda politik dan konsolidasi partai hingga ke tingkat bawah.
Karena itu, IAS tidak sekadar mencari figur yang memiliki pengalaman politik. Ia menginginkan sekretaris yang mampu menjadi partner kerja dan memiliki komitmen untuk membesarkan Partai Golkar di Sulawesi Selatan. “Tentu saya mau yang bisa sejalan,” ungkapnya.
IAS juga memaparkan, dalam komposisi kepengurusan itu pihaknya menghimpun 30 persen atau 80 orang kader perempuan. Secara umum, dia mengklaim kepengurusannya didominasi kelompok milenial.
“Komposisinya, perempuan ada 80 atau 30%, kelompok milenial dan kita kedepankan yang muda-muda, ukurannya di bawah (usia) 50. Artinya tetap ada senior juga. Sementara berproses, sudah kita ajukan ke DPP,” ungkapnya.(*)









