BI Perkirakan Penjualan Eceran Tumbuh 2,4%

BI
FOTO:INT

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Bank Indonesia (BI) memperkirakan Indeks Penjualan Riil pada Maret 2026 mencapai 254,2. Bila dilihat secara tahunan (year on year/yoy) diperkirakan terjadi pertumbuhan IPR sebesar 2,4%. IPR diyakini tumbuh secara tahunan dan meningkat secara bulanan.

“Kinerja penjualan eceran pada Maret 2026 diperkirakan tetap tumbuh. Hal ini tecermin dari Indeks Penjualan Riil Maret 2026 yang diperkirakan tumbuh sebesar 2,4% (yoy),” ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam pernyataan resmi yang diterima pada Senin (13/4/2026).

Dia mengungkapkan, bahwa kinerja penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan penjualan kelompok suku cadang dan aksesori, kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok barang budaya dan rekreasi.

Bacaan Lainnya

Jika dilihat secara bulanan, penjualan eceran pada Maret 2026 diperkirakan tumbuh sebesar 9,3%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Februari 2026 sebesar 4,1%.

“Peningkatan tersebut didorong oleh kinerja mayoritas kelompok, terutama kelompok peralatan informasi dan komunikasi, kelompok bahan bakar kendaraan bermotor, dan subkelompok sandang sejalan dengan peningkatan permintaan rumah tangga selama periode perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah,” jelas dia.

Sementara itu, pada Februari 2026, IPR secara tahunan tumbuh sebesar 6,5%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan IPR Januari 2026 sebesar 5,7%. Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan penjualan pada mayoritas kelompok, terutama kelompok suku cadang dan aksesori, kelompok makanan, minuman, dan tembakau dan subkelompok sandang.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Februari 2026 tumbuh sebesar 4,1% (month to month/mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada pada fase kontraksi sebesar 2,7% (mtm).

“Peningkatan tersebut didukung oleh kinerja penjualan kelompok suku cadang dan aksesori, kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta subkelompok sandang sejalan dengan kenaikan permintaan masyarakat saat periode Ramadan,” kata Ramdan.

Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga bulan yang akan datang yaitu Mei 2026, diperkirakan meningkat, sementara pada enam bulan yang akan datang yaitu Agustus 2026, diperkirakan relatif stabil.

Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Mei 2026 sebesar 157,4, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH April 2026 sebesar 153,9 seiring kenaikan harga bahan baku.“Sementara itu, IEH Agustus 2026 diperkirakan sebesar 157,2, relatif stabil dibandingkan dengan IEH pada Juli 2026 sebesar 157,1,” pungkas Ramdan.(*)

Pos terkait