RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Bank Indonesia mendorong pembiayaan syariah menjadi pilihan strategis bagi korporasi dalam mendukung investasi dan ekspansi usaha.
Penguatan konektivitas antara industri halal dan industri keuangan syariah, dinilai penting untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam Forum Strategis Pembiayaan Syariah untuk Ekspansi Korporasi bertema “Unlocking Corporate Growth Through Sharia Finance” di Jakarta, mengatakan, pembiayaan syariah perlu memiliki daya saing yang lebih kuat, agar bisa menjadi alternatif pembiayaan bagi dunia usaha.
“Pembiayaan syariah perlu menjadi pilihan strategis dan kompetitif bagi investasi dan ekspansi korporasi. Untuk itu, perlu dibangun pipeline pembiayaan yang bankable, terukur, dan berkelanjutan,” terang Destry dalam keterangan resminya.
Menurut Destry, pengembangan pembiayaan korporasi membutuhkan pendalaman pasar keuangan syariah, penguatan intermediasi, serta kolaborasi antara korporasi, industri keuangan syariah, regulator, kementerian dan lembaga, serta asosiasi. Kapasitas dan inovasi instrumen pembiayaan juga perlu diperluas, disertai penguatan tata kelola dan manajemen risiko.
Dalam kegiatan tersebut, BI menggelar business matching yang mempertemukan 20 Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) dengan 51 korporasi.
Pertemuan itu menjadi wadah bagi pelaku usaha dan industri perbankan syariah, untuk menjajaki solusi pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan ekspansi bisnis.
Kepala Badan Ekonomi Syariah KADIN Indonesia, Titi Khoiriah mengatakan, pembiayaan syariah jangka panjang dengan skema dan tenor yang sesuai dibutuhkan untuk mendukung ekspansi korporasi.
Sementara Ketua Hubungan Bisnis Asbisindo sekaligus Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Bob Tyasika Ananta menilai, pendekatan berbasis ekosistem dapat memperluas pembiayaan dengan menghubungkan korporasi dan rantai pasok. Peluang pembiayaan syariah juga didukung pertumbuhan industri.
Hingga Juni 2026, pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp720 triliun, atau tumbuh 11,43% secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp816 triliun atau tumbuh 13,13%. Pada periode yang sama, rantai pasok halal tumbuh 5,5% dan outstanding sukuk korporasi mencapai sekitar Rp95 triliun. (*)









