TikTok Mulai Ditinggal, Pindah ke Aplikasi UpScrolled Buatan Palestina

ups 1
INT

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Pengguna TikTok ramai-ramai mulai beralih ke media sosial lain, tak lama platform tersebut resmi diakuisisi oleh Amerika Serikat. Salah satu yang ketiban untung dari larinya pengguna TikTok adalah UpScrolled, aplikasi yang didirikan oleh Issam Hijazi, pengusaha asal Palestina-Yordania-Australia.

UpScrolled terbilang masih muda. Aplikasi ini diluncurkan pada Juli 2025 dan didukung Tech for Palestine yang merupakan proyek advokasi untuk mendanai teknologi pro-Palestina.

Meski masih terbilang muda, namun popularita UpScrolled tiba-tiba melonjak di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat. Pasalnya, banyak pengguna mencari alternatif untuk TikTok, yang secara resmi diambil alih oleh investor dan perusahaan yang didukung AS.

Bacaan Lainnya

Diketahui, TikTok resmi dibeli oleh konsorsium yang di antaranya terdiri dari Oracle, Silver Lake, dan MGX. Larry Ellison, pemilik Oracle, yang merupakan
pendukung setia Israel dan teman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Melihat latar belakang tersebut, pengguna TikTok mengkhawatirkan sensor terhadap unggahan pro-Palestina di aplikasi populer tersebut. Gelagat itu mulai terlihat pada Rabu (28/1/2026), ketika TikTok secara permanen memblokir jurnalis pemenang Emmy Award dan kontributor Al Jazeera dari Gaza, Bisan Owda, yang memicu kemarahan dan seruan boikot dari para pendukungnya. Aplikasi tersebut juga dituduh melakukan sensor konten terkait kekerasan Agen Imigrasi (ICE) di AS.

Meski begitu, operasi global TikTok tetap akan dikelola oleh pemiliknya yang berbasis di China, ByteDance. Dalam sebuah kesempatan baru-baru ini, dia mengatakan jumlah pengguna aplikasinya telah melampaui 2,5 juta pengguna. Ini mengalami peningkatan sebanyak 150 ribu hingga awal Januari lalu.

“Kami diluncurkan enam bulan lalu dan jumlah pengguna kami meningkatkan sekitar 150 ribu hingga awal Januari. Dan dalam beberapa hari terakhir, kami mencapai lebih dari 1 juta pengguna secara global, Sekarang, mulai hari ini, kami melampaui 2,5 juta pengguna secara global,” jelasnya dikutip Tech Crunch, Selasa (3/2/2026).

Aljazeera pada Kamis (29/1/2026), melaporkan bahwa perkiraan dari firma intelijen pemasaran Sensor Tower menunjukkan bahwa UpScrolled telah diunduh sekitar 400.000 kali di AS dan 700.000 kali secara global sejak diluncurkan pada Juni 2025.

Aplikasi ini mengalami lonjakan unduhan di AS mulai 22 Januari, pada hari yang sama TikTok menandatangani kesepakatan untuk membuat versi AS yang dikendalikan oleh AS dari aplikasinya. Sensor Tower memperkirakan bahwa, hingga Selasa, 85 persen unduhan UpScrolled di AS terjadi antara 21 dan 27 Januari.

UpScrolled juga menduduki peringkat pertama dalam kategori ‘jaringan sosial’ di Apple App Store AS, mengalahkan Threads milik Meta, WhatsApp, dan TikTok. Aplikasi ini juga menjadi aplikasi sosial gratis keenam di Google Play untuk pengguna Android, di mana TikTok (dan TikTok Lite) mendominasi.

Aplikasi ini juga mengalami jumlah unduhan yang tinggi di Kanada, Inggris, dan Australia. “Beban server kami sangat tinggi. Sangat mengasyikkan!” tulis Hijazi di platform tersebut pada Minggu, setelah situs tersebut melaporkan bahwa lonjakan jumlah pengguna baru menyebabkan servernya down.

“Maaf atas kesalahan dan gangguan, kami sedang meningkatkan kapasitas untuk menangani beban. Kami memperkirakan situasi akan menjadi lebih stabil dalam 12-24 jam ke depan,” tulis Hijazi.(*)

Pos terkait