Soal Yasika Punya 41 Dapur MBG, Kepala BGN: Itu Investasi, Bukan Uang Negara!

70051 dadan hindayana

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana kembali buka suara soal viralnya nama Yasika Aulia Ramadhani yang mengelola puluhan dapur Makan Bergizi Gratis atau MBG di Sulawesi Selatan.

Diketahui, Yasika adalah putri sulung Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan Yasir Machmud, yang mengelola 41 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Makassar, Parepare, dan Kabupaten Bone.

Dadan Hindayana menegaskan Yasika tidak memonopoli kepemilikan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Menurut Dadan, seluruh proses pengajuan SPPG dilakukan sepenuhnya melalui portal resmi.

Bacaan Lainnya

“BGN tidak mengenal siapa yang mengajukan karena mekanismenya berbasis portal. Yang kami kedepankan adalah profesionalisme dan kelengkapan dokumen,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

BGN juga menegaskan lembaganya telah menerapkan pembatasan jumlah SPPG yang dapat dimiliki oleh satu yayasan.

Pembatasan ini dikecualikan hanya bagi SPPG yang melekat pada institusi tertentu, misalnya sekolah atau lembaga pemerintahan.

Dadan menyebut percepatan pembentukan SPPG merupakan langkah strategis untuk memastikan hak anak Indonesia dalam memperoleh akses gizi seimbang terpenuhi.

“BGN sangat terbantu dengan kecepatan pembentukan SPPG, seirama dengan percepatan untuk memenuhi hak anak Indonesia atas akses gizi dengan menu seimbang,” katanya.

Dadan juga menyampaikan apresiasi kepada siapa pun yang bersedia berinvestasi dan berpartisipasi dalam program MBG.

“BGN mengucapkan terima kasih kepada siapapun yang telah bersedia berinvestasi. Itu kan investasi, itu bukan uang negara, dan menjadi pejuang merah putih dalam mewujudkan program MBG dalam tempo singkat,” lanjut dia.

Meski demikian, sejumlah pihak masih meminta agar pemerintah memperkuat transparansi dan mekanisme pengawasan untuk memastikan penyelenggaraan program MBG berjalan sesuai prinsip keadilan dan akuntabilitas.(bs)

Pos terkait