RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP Parmusi), Prof. Dr. Husnan Bey Fananie, MA, menekankan pentingnya warga Parmusi menjadi penggerak dan agen perubahan.
Pernyataan itu di sampaikan saat memberikan sambutan secara daring, pada pembukaan Musywil IV Parmusi, Sabtu 15 November 2025 di Travellers Hotel Phinisi, Jalan Lamadukelleng Makassar.
“Parmusi bukan sekadar ormas tapi kehadirannya menjadi agen perubahan. Semuanya harus aktif, invovatif dan Bangkit menggerakkan organisasi sebagai gerakan Ibadan, ” tegas Prof. Hunan penuh semangat.
Sebagai agen perubahan, lanjutnya, perlu mengubah diri sendiri dahulu menjadi lebih baik kemudian mengubah orang-orang di lingkungan nya. ” Kita harus mengubah diri kita sendiri dan orang- orang di sekitar kita. Kalau yang kemarin sudah baik maka kita harapkan menjadi lebih baik lagi. Karena dakwah bukan hanya menyampaikan agama saja tapi menyampaikan pula solusinya kepada umat,. ”
Masih kata alumni Doktor Ilmu Politik Islam UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta ini, sebagai warga Parmusi, hendaknya lebih peka terhadap persoalan sosial, ketimpangan sosial yang masih terjadi, kaum dhuafa, fakir miskin, semuanya menjadi tanggung jawab Parmusi.
Meningkatkan solidaritas antar sesama, menjaga ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah basyariyah, ukhuwah makhlukiyah, yakni konsep persaudaraan yang melampaui batas antar manusia, hewan, tumbuhan dan semua makhluk ciptaan Allah.
“Mari kita memupuk ukhuwah, meninggalkan yang negatif, berbudi baik, berbahasa yang sopan dan santun serta membangun sikap jujur dimulai dari diri sendiri. Kita mulai dengan apa adanya. Kita awali dengan segala keikhlasan kita. Menjaga independensi. Kita meninggalkan sifat malas. Kita tinggalkan kebodohan. Kita membangun peradaban um at agar menjadi bermanfaat dan memeroleh ridha Allah SWT, ” harapnya.
Musywil bertajuk Aktualisasi Peran dan Fungsi Parmusi dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dibuka secara resmi Gubernur Sulsel diwakili Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Erwin Sodding SE MM.
Pada sambutan tertulis Gubernur Sulsel itu, mengharapkan pentingnya organisasi sosial kemasyarakatan menciptakan suasana kondusif, terpadu, dan solutif.
Sebab, eksistensi organisasi keislaman, menjadi ujung tombak dan memiliki peran besar dalam mewujudkan Kehidupan berbangsa dan bernegara, yang eksistensinya dapat benar-benar dirasakan masyarakat, meski dalam situasi dan kondisi yang terbatas.
Gubernur berharap agar membangun peradaban Islam secara terpadu, kondusif, dan solutif sehingga dapat melahirkan keadilan dan kemakmuran sejati.
Sementara Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Parmusi Sulsel, Dr. H. Abubakar Wasahua SH MH, mengusung semangat membangkitkan Parmusi ke depan.
“Dengan kondisi Parmusi saat ini di Sulsel, dari dua puluh empat Kabupaten kota, kehadirannya antara ada dan tiada. Ada kabupaten yang belum terbentuk pengurusnya. Kendati demikian, tidak menyurutkan semangat untuk membangkitkan Parmusi dan senantiasa menyelaraskan programnya dengan program pemerintah, ” jelas Abu Bakar Wasahua. (*)












