RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Makassar menerapkan strategi pencalegan dini sebagai langkah persiapan menghadapi Pemilu 2029. Langkah ini diambil lebih awal untuk memanaskan mesin partai dan menargetkan peningkatan perolehan kursi di DPRD Kota Makassar.
Hal itu diutarakan Ketua PKS Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso. Ia mengungkapkan, dinamika regulasi pemilu yang masih belum sepenuhnya jelas, khususnya terkait wacana perpanjangan masa jabatan anggota DPRD menjadi salah satu perhatian utama.
Menurutnya, hingga kini belum ada aturan teknis yang rinci mengenai skema pasca-2029. “Walaupun barangkali wacana MK yang telah menetapkan adanya perpanjangan untuk anggota DPRD ini akan digelar dua tahun setelah pemilihan presiden di 2029, tapi kami belum mendapatkan kejelasan terkait dengan hal itu,” ujarnya di Kantor Sementara DPRD Makassar, Selasa (31/3/2026).
“Karena masih secara umum digambarkan, belum secara ada aturan yang detail tentang bagaimana setelah 2029 itu apakah dilanjutkan saja, apakah kembali kepada partai untuk mengatur siapa ditempatkan kembali, ataukah ada aturan-aturan main yang harus dilakukan,” lanjutnya.
Di tengah ketidakpastian tersebut, PKS Makassar tetap bergerak dengan strategi internal. Tahun ini difokuskan sebagai momentum penjaringan bakal calon legislatif di setiap daerah pemilihan (dapil). “Kita sudah berjalan masalah pencalegan dini di setiap dapil yang ada,” jelas Anggota Komisi A DPRD Makassar itu.
Andi Hadi menyebutkan, proses penjaringan telah berjalan dan mendapat respons cukup baik dari masyarakat. Sejumlah nama, termasuk politisi yang pada pemilu sebelumnya meraih suara signifikan, telah mendaftarkan diri.
“Sudah ada bahkan beberapa politisi yang punya suara-suara kemarin cukup bagus itu sudah mendaftar dan kita memang sudah membuka selebar-lebarnya kepada masyarakat Kota Makassar yang ingin bergabung dalam proses pencalegan,” katanya.
Selain itu, PKS juga tengah mengkaji peluang mempertahankan kader yang telah dua periode duduk di DPRD. Kajian tersebut mempertimbangkan aspek strategis, termasuk dampak politik dan potensi elektoral ke depan.
Menurutnya, strategi ini penting agar tidak terjadi kekosongan kursi yang justru dapat menjadi bumerang bagi partai. Ia menilai mempertahankan kader berpengalaman sekaligus menambah kursi akan lebih menguntungkan secara politik. “Jangan sampai kursi yang ditinggalkan ini menjadi bumerang. Alangkah bagusnya kalau dia masih di situ dan bertambah lagi kursi yang ada di situ,” tegasnya.
Lebih jauh, PKS Makassar juga tetap menitikberatkan pada penguatan kaderisasi dan pelayanan publik. Dua aspek ini dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun kekuatan partai menjelang tahun politik.
Dengan strategi tersebut, ia optimistis mesin politik PKS akan bekerja lebih efektif saat memasuki tahapan Pemilu 2029. Kader yang telah disiapkan sejak dini diharapkan mampu bergerak sesuai wilayah masing-masing tanpa harus memulai dari nol.
“Sehingga nanti di tahun politik mesin ini bekerja sesuai dengan kader, penambahan kader-kader di lapangan, dan mereka akan bekerja sesuai dengan teritori masing-masing,” tutupnya. (*)












