PKB Sulsel Rampungkan Struktur DPC Tahun Ini, 2027 Konsentrasi Pemenangan Pemilu 2029

2027 PKB Konsentrasi Pemenangan Pemilu 2029
FOTO: DOK.PKB//BUKA BERSAMA. Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan, Prof Hamzah Harun Al-Rasyid, menghadiri acara buka puasa bersama yang digelar DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulsel di kantor DPW PKB Sulsel, Jalan Prof. Abdurahman Basalamah, Sabtu (28/2/2026). Hadir langsung Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad dan Anggota DPR RI Fraksi PKB, Syamsu Rizal MI,

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Dewan Pengurus Wilayah (PKB) Sulsel melalui Tim Lima menggenjot perampungan struktur kepengurusan di 24 kabupaten/kota melalui Musyawarah Cabang (Muscab). PKB menargetkan pelaksanaan Muscab rampung tahun 2026 ini.

Hal tersebut diutarakan Anggota Tim Lima, Wawan Mattaliu di sela-sela buka puasa bersama pengurus di kantor DPW PKB Sulsel, Jalan Prof. Abdurahman Basalamah, Sabtu (28/2/2026). Wawan menegaskan, PKB Sulsel tidak lagi mendiskusikan struktur di tahun ini.

“Tahun 2026 ini kami sudah closing urusan struktur. Kami sudah tidak lagi mendiskusikan soal struktur. PKB sudah berkonsentrasi membicarakan langkah konkret pemenangan 2029,” terangnya.

Bacaan Lainnya

Mantan Legislator Hanura di DPRD Sulsel ini, optimistis PKB Sulsel mampu melampaui hasil Pemilu 2024 lalu. Termasuk target maksimal yang dipatok oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk Pemilu 2029 nanti. “Kami mengangkat target di provinsi itu over dari tawaran DPP. DPP mengunci kami dengan angka 10, tetapi rasioning kami di angka 12. Insyaallah, kami yakin bisa dapat,” ujarnya.

“Kemudian ada penambahan sekitar 20% untuk perolehan kursi di kabupaten/kota. Kalau pada 2024 lalu capaian di kabupaten/kota sebanyak 69 kursi, di 2029 bisa di angka 90 kursi. Over dari target DPP, yakni 80 kursi. Melihat agenda yang ada, kami optimistis PKB Sulsel akan capai itu,” jelas Wawan.

Termasuk, sambung Wawan Mattaliu, progres di daerah yang selama ini PKB tidak memiliki kursi, seperti Kabupaten Toraja Utara dan Tana Toraja peluangnya terus naik. “Kami optimistis bisa pecah telur di wilayah Toraja. Apalagi menjelang Muscab ini, beberapa kandidat yang cukup strong akan berada di PKB. Teman-teman yang non-muslim populasinya agak besar akan mewarnai PKB. Intinya, update keduanya sangat menggembirakan,” ungkapnya.

Terkait kesiapan pelaksanaan Muscab, Wawan Mattaliu, menyatakan sudah mencapai 65%. Bahkan beberapa daerah sudah sangat siap masuk Muscab. Misalnya, DPC PKB Makassar.

“Beberapa daerah bahkan sudah sangat siap ber-Muscab, seperti Makassar. Mulai kandidatnya hingga lokasi pelaksanaannya sudah siap. Tetapi karena kan, tidak elok kalau saya mendahului urusan partai siapa saja nama yang dikirim nantinya. Jelas, mereka sudah terpenuhi populasi kandidatnya antara tiga sampai lima, beberapa di antaranya eksternal,” jelasnya lagi.

Wawan memastikan bahwa Tim Lima memiliki review atau ulasan masing-masing kandidat, baik internal maupun eksternal yang nantinya menjadi bahan bacaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB sebelum mengambil kebijakan. “Per tanggal 8 Maret semua nama kandidat sudah dikirim ke DPP. Satu pekan dari sekarang,” katanya.

Lebih jauh, Wawan mengatakan ada dua opsi pelaksanaan Muscab. Apakah digilir per kabupaten/kota atau sistem zonasi dua kabupaten dalam satu hari.
“Insyaallah, tanggal 8 Maret baru finish bagaimana mekanisme lokasi dan sebagaianya. Intinya, kami bisa memburu target sesuai arahan DPP, karena April sudah harus selesai semua. Ikhtiar PKB menyelesaikan struktur di tahun ini saja, selesai itu kami harus bekerja untuk pemilu,” jelasnya.

Wawan mengungkap ada kepala daerah di Sulsel yang menjalin komunikasi dengan PKB menjelang Muscab. “Statusnya kepala daerah. Baru sebatas obrolan, tapi persentasenya 60% dia mau ber-PKB. Siapa? nanti kita lihat,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad mengatakan pelaksanaan Muscab akan digelar serentak di 24 kabupaten/kota. Dia berharap, konsolidasi tersebut tetap berorientasi kepada bagaimana PKB bisa lebih besar.

“Tentu kita lebih tau di mana sisi-sisi harus dibenahi. Terumata persoalan infrastruktur hingga tingkat ranting karena menjadi pasukan terdepan ketika terjadi perang di Pemilu. Kekuatan PKB sebenarnya di situ,” tutup Azhar. (*)

Pos terkait