Penjualan Eceran Januari 2026 Diproyeksi Tumbuh 7,9%

ChatGPT Image Feb 11 2026 06 02 52 AM

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran Januari 2026 meningkat dengan bertumbuh 7,9% (yoy), dari 211,5 poin ke level 228,3 poin. Meski begitu, Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari secara bulanan diperkirakan terkontraksi sebesar 0,6% (mtm) yang berada di level 229,8 poin.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menuturkan, penurunan penjualan eceran di awal 2026 sejalan dengan normalisasi konsumsi masyarakat pasca momen Nataru, sesuai pola musiman. Adapun penurunan tersebut masih terhitung lebih dangkal ketimbang Januari 2025 yang terkontraksi hingga sebesar 4,7% (mtm).

“Secara bulanan, penjualan eceran pada Januari 2026 diprakirakan terkontraksi sebesar 0,6% (mtm) sejalan dengan normalisasi konsumsi masyarakat setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru,” jelasnya dalam pernyataan resmi di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Bacaan Lainnya

Secara tahunan, BI merinci, pertumbuhan penjualan eceran Januari 2026 didorong oleh mayoritas kelompok terutama pada Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi sekitar 15,5% (yoy), Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya (3,2%), Bahan Bakar Kendaraan dan Bermotor (0,2%) dan Subkelompok Sandang (8,0%).

Secara spasial, IPR beberapa kota cakupan survei mencatatkan peningkatan tahunan. Utamanya, di Manado, Bandung, dan Jakarta dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 9,2% (yoy), 6,9% (yoy), dan 0,1% (yoy), terakselerasi dari sebelumnya tercatat berada di zona kontraksi pada Desember 2025 masing-masing sebesar -4,4% (yoy), -6,6% (yoy), dan -7,3% (yoy).

Di lain sisi, secara bulanan, kontraksi penjualan eceran Januari dibanding Desember 2025 yang tumbuh 3,1% disebabkan oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang terkontraksi sebesar 1,0% (mtm) seiring dengan berakhirnya HBKN Natal dan Tahun Baru.

Meski, sebagian besar kelompok lainnya masih tetap tumbuh secara bulanan dan berada di zona ekspansi. Di antaranya Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi serta Barang Budaya dan Rekreasi yang keduanya tercatat tumbuh sebesar 2,8% (mtm), Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya (1,8%) serta Subkelompok Sandang (1,3%).

Sementara secara bulanan, IPR sebagian kota cakupan survei diprakirakan melemah, dengan kontraksi terdalam terjadi di Manado hingga 12,8% (mtm) dari 228,7 menjadi 199,5 poin; diikuti Jakarta dan Makassar (-2,3%), serta Medan (-0,6%).

Lebih lanjut, berdasarkan hasil survei, BI memperkirakan penjualan eceran akan meningkat pada 3 bulan mendatang, namun menurun pada 6 bulan yang akan datang.

Hal tersebut tecermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Maret 2026 di level 146,8 atau meningkat dari 143,2 pada periode sebelumnya, didorong oleh permintaan masyarakat yang meningkat seiring dengan momentum Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri.

“Sementara itu, IEP pada Juni 2026 tercatat sebesar 135,4, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 145, dipengaruhi oleh terbatasnya permintaan sejalan dengan periode ujian sekolah dan minimnya event,” kata Ramdan.

Mengenai harga, BI memproyeksi, tekanan inflasi akan terjadi pada 3 dan 6 bulan yang akan datang, yaitu Maret dan Juni 2026 yang diprakirakan meningkat.

Hal tersebut, tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Maret dan Juni 2026 yang masing-masing tercatat sebesar 175,7 dan 156,3, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH pada periode sebelumnya sebesar 168,6 dan 154,5.

“Peningkatan tersebut didorong oleh ekspektasi kenaikan harga pada periode Ramadan dan HBKN Idulfitri 1447 H,” tutup Ramdan. (#)

Pos terkait