OLEH: TIM DOSEN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional sangat strategis: UMKM menyerap tenaga kerja, mendorong pemerataan ekonomi, dan menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Namun demikian, kualitas manajemen keuangan UMKM masih menjadi kendala utama yang membatasi kemampuan mereka untuk tumbuh dan meningkatkan profitabilitas. Salah satu akar permasalahan yang sering ditemukan adalah pencatatan keuangan yang sederhana, tidak akurat, atau tidak konsisten — sehingga informasi keuangan yang dihasilkan kurang andal untuk pengambilan keputusan, perencanaan, dan akses pembiayaan.
Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) dirumuskan sebagai pedoman penyusunan laporan keuangan yang lebih sederhana namun relevan bagi UMKM. Penerapan SAK EMKM tidak hanya meningkatkan keteraturan pelaporan tetapi juga kualitas informasi keuangan yang diperlukan untuk analisis kinerja dan pengambilan keputusan manajerial.
Namun implementasi SAK EMKM di lapangan menunjukkan variasi: beberapa UMKM mampu menyusun laporan posisi keuangan dan laba-rugi secara rutin, sementara banyak lainnya masih mengalami keterbatasan sumber daya manusia, bukti transaksi, dan pemahaman teknis.
Namun, penerapan double-entry dan SAK EMKM di tingkat UMKM memerlukan pendekatan improvisasi yang praktis: penyederhanaan formulir, pelatihan berbasis praktik, penggunaan template Excel atau aplikasi ringan, serta pendampingan berkelanjutan agar prosedur pembukuan dapat dijalankan oleh pelaku usaha tanpa beban administratif berlebih.
Oleh karena itu, program PKM ini bertujuan menguji dan mengimplementasikan paket intervensi — meliputi (1) improvisasi sistem pembukuan double-entry yang disederhanakan untuk UMKM; (2) modul pelatihan dan pendampingan implementasi laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM; dan (3) alat bantu (template/manual operasi dan/atau aplikasi sederhana) — dengan tujuan akhir meningkatkan kualitas laporan keuangan dan eskalasi profit UMKM di Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto.
Pengabdian ini dilaksanakan Oleh Ibu Dr. Tuti Supatminingsih SE., M.Si dan Dr. Andi Asti Handayani SE., M.Ak. Para peserta PKM terlihat antusias. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya peserta memberikan pertanyaan tentang materi yang dibawakan permateri. Diharapkan dengan PKM ini masyarakat lebih memahami penyusunan laporan keuangan bagi UMKM.
Setelah pelatihan, workshop, dan pendampingan, Temuan Utama Post-test menemukan 90% UMKM dapat membuat jurnal double entry dengan benar., 85% mampu menyusun Laporan Laba Rugi sesuai SAK EMKM, 80% mampu membuat Neraca mini (Posisi Keuangan), 100% memahami pentingnya pencatatan akurat terhadap profit UMKM, 70% mulai menggunakan template pembukuan berbasis Excel/Google Sheet.
Program pembukuan dan laporan SAK EMKM terbukti berkontribusi pada peningkatan profit melalui perbaikan informasi keuangan yang digunakan dalam pengambilan Keputusan.
Program PKM berhasil meningkatkan: Literasi akuntansi pelaku UMKM, Kemampuan pencatatan double entry, Kemampuan menyusun laporan keuangan SAK EMKM, Kapasitas pengelolaan keuangan untuk meningkatkan profit.
Implementasi pembukuan double-entry yang disederhanakan dan penyusunan laporan keuangan berdasarkan SAK-EMKM pada pelaku UMKM di Kecamatan Bangkala Barat berhasil meningkatkan keteraturan pencatatan dan penyajian laporan dasar (neraca & laba-rugi).
Perbaikan kualitas pencatatan menghasilkan informasi biaya dan pendapatan yang lebih lengkap sehingga memungkinkan tindakan pengendalian biaya dan penyesuaian harga—kontribusi penting terhadap eskalasi profit bila tindakan lanjutan diambil oleh pelaku usaha.
Hambatan utama adalah literasi akuntansi rendah, praktik campur aduk keuangan pribadi-usaha, dan kurangnya bukti transaksi; intervensi yang memadukan pelatihan praktis, template sederhana, dan pendampingan terbukti efektif.(*)












