RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Wacana pembentukan provinsi baru dari pemekaran Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali mengemuka. Provinsi baru tersebut memiliki jumlah penduduk kurang lebih 1,7 juta jiwa dari empat kabupaten saat ini.
Pembentukan provinsi yang kembali mencuat itu bakal diberi nama Provinsi Bone Raya. Wilayah ini mencakup Kabupaten Bone, Wajo, Soppeng, dan Kabupaten Sinjai.
Kawasan ini memiliki ikatan budaya Bugis yang kuat dan merupakan salah satu pusat sejarah peradaban Bugis. Bone Raya berpeluang besar menjadi provinsi baru karena memiliki penduduk yang cukup padat serta potensi ekonomi berbasis agraria dan perikanan.
Jumlah penduduk empat kabupaten tersebut di tahun 2024, yakni Kabupaten Bone: 822.760 jiwa, Kabupaten Soppeng: 241.333 jiwa, Kabupaten Wajo: 410,73 ribu jiwa, serta Kabupaten Sinjai: 274,44 ribu jiwa. Total 1.749.263 jiwa.
Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung mengaku menerima sedikitnya 342 usulan pemekaran dari berbagai penjuru tanah air. Selain pembentukan Provinsi Luwu Raya, ada juga Provinsi Bone Raya.
“Bahkan Bone Raya ada juga, kalau tidak salah diketuai Andi Jamaro Dulung. Penasehatnya Pak Nurdin Halid. Ini juga termasuk yang sudah diawacakan. Sudah datang orangnya. Proposalnya saja yang belum,” terang Tamsil.
Tamsil Linrung yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Forum Komunikasi Nasional Daerah Otonomi Baru (Forkonas DOB), mengatakan bahwa ada dua kemungkinan. Ada yang menginginkan Bone Raya langsung menjadi provinsi dan pula yang mau terlebih dahulu memekarkan kabupaten-kabupaten di Kabupaten Bone.
“Saya sudah menerima pemekaran 342, tapi nanti kita verifikasi yang mana kita teruskan, yang mana tidak,” jelasnya.
Tamsil juga mendorong pemerintah pusat untuk mencabut moratorium pemekaran dan penyatuan daerah yang hingga kini masih berlaku.
Menurutnya, banyak daerah menginginkan pemekaran agar dapat mempercepat kesejahteraan masyarakat, namun implementasi di lapangan belum sepenuhnya mencerminkan tujuan tersebut.
“Tapi kami meminta pemerintah mencabut moratorium pemekaran dan penyatuhan. Karena banyak daerah yang ingin mekar karena ingin mensejahterakan rakyat, tapi saat mekar tidak nampak rakyatnya sejahtera,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Nasional Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Bone Raya (DPP FKMBR) Prof. Dr. Drs. HAM Nurdin Halid, menyampaikan bahwa pemekaran Kabupaten Bone dan pembentukan Provinsi Bone Raya mutlak menjadi perjuangan luhur FKM Bone Raya.
Potensi ekonomi dan geografis Bone, menjadi alasan mendasar perjuanan tersebut. Wilayahnya yang sangat luas sangat mendesak dimekarkan menjadi beberapa kabupaten. Dengan demikian, potensi ekonomi dan sumber daya manusianya akan tereksplor dengan baik untuk pembangunan nasional.
Nurdin Halid mengatakan, jika Bone sudah mekar menjadi beberapa kabupaten, perjuangan lebih besar selanjutnya adalah pembentukan Provinsi Bone Raya dengan menggandeng beberapa kabupaten terdekat yang secara historis memiliki hubungan sangat kuat.
“Perjuangan ini memang berat, namun tidak ada mustahil dicapai jika dikerjakan dengan kerja keras,” lanjut Prof. Nurdin Halid ketika memberikan sambutan pelantikan DPP FKM Bone Raya Periode 2024-2029 dan Rakernas FKM Bone Raya 2024 di Ballroom Batavia, Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (7/9/2024) silam.(*)












