RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada periode Januari–Desember 2025 mencapai US$1.583,56 juta atau turun 22,34% dibanding periode yang sama tahun 2024.
Dari sepuluh kelompok komoditas dengan nilai ekspor terbesar Januari–Desember 2025, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah garam, belerang, dan kapur sebesar US$17,91 juta (39,85 persen).
Sementara itu, komoditas yang mengalami penurunan terbesar adalah besi dan baja sebesar US$186,53 juta (42,83 persen). Secara kumulatif, nilai impor Sulawesi Selatan pada Januari-Desember 2025 sebesar US$1.007,09 juta atau turun 9,23 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.
Nilai impor barang yang dibongkar melalui pelabuhan di Provinsi Sulawesi Selatan pada Desember 2025 mencapai US$110,28 juta. Angka ini mengalami penurunan sebesar 21,38 persen bila dibandingkan nilai impor Desember 2024 yang sebesar US$140,27 juta.
Berdasarkan kelompok komoditas, nikel masih menjadi penyumbang terbesar ekspor Sulawesi Selatan pada Desember 2025. Nilai ekspor nikel tercatat sebesar US$69,56 juta, dengan peran mencapai 62,29 persen dari total ekspor bulan tersebut.
Komoditas terbesar berikutnya adalah kakao dan cokelat dengan nilai ekspor US$10,30 juta, disusul biji-bijian berminyak sebesar US$8,32 juta. Selanjutnya, ikan dan udang mencatat nilai ekspor US$5,48 juta, serta garam, belerang, dan kapur sebesar US$5,78 juta.
Secara kumulatif sepanjang Januari–Desember 2025, total nilai ekspor dari 10 kelompok komoditas utama mencapai US$1.571,77 juta, atau sekitar 98,80 persen dari total ekspor Sulawesi Selatan tahun 2025.(*)












