Mukernas Tanpa Sekjen Taj Yasin, Mardiono Bantah Internal PPP Belum Solid

Mardiono Bantah Internal PPP Belum Solid
FOTO: MAHATIR MAHBUB//MUKERNAS. Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Tahun 2026 di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar, mulai Rabu malam (11/2/2026).

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar di Kota Makassar tanpa kehadiran Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Taj Yasin Maimoen dan Waketum DPP Agus Suparmanto. Padahal, Mukernas ini sangat penting lantaran membahas strategi PPP kembali lolos ke Senayan pada Pemilu 2029 nanti.

Bendahara Umum DPP PPP Imam Fauzan Amir Uskara bahkan tidak menyebut nama Taj Yasin Maimoen dalam laporannya selaku Ketua Panitia Mukernas I. Hingga pembukaan selesai, tidak diketahui alasan Taj Yasin yang juga Wakil Gubernur Jawa Barat ini urung menghadiri Mukernas I PPP di Makassar.

Mukernas I Tahun 2026 PPP di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar yang dilaksanakan mulai Rabu malam (11/2) hingga Kamis (12/2), dibuka langsung Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono. Mukernas hanya dihadiri Wakil Sekjen DPP PPP Jabal Idris, 38 Ketua DPW PPP se Indonesia, anggota DPRD PPP se Indonesia, kader dan simpatisan PPP se Indonesia.

Bacaan Lainnya

Muhammad Mardiono memastikan Mukernas I PPP tetap sah meski tanpa ketidakhadiran Agus dan Taj Yasin. Mardiono beralasan, hal tersebut sudah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPP.

“Mungkin karena beliau kan juga sebagai Wakil Gubernur ya, ya mungkin punya tugas-tugas negara. Akan tetapi, itu tidak akan menghalangi karena di dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga kita juga sudah mengatur itu semua. Jadi tidak berarti kalau tidak dihadiri oleh satu apa, kepengurusan atau saat ini tidak kemudian mengurangi dari keabsahan itu,” terangnya.

Mardiono turut membantah ketidakhadiran Agus dan Taj Yasin merupakan bentuk internal PPP yang belum solid. Menurutnya, perbedaan pandangan dalam partai politik merupakan hal biasa.

“Ah tidak juga, tidak juga. Jadi kalau sebuah organisasi kemudian diwarnai oleh satu atau dua tiga orang yang berbeda pendapat, ya bukan berarti itu merupakan rekonsiliasi yang belum selesai ya. Kalau satu dua orang atau tiga orang, itu tidak lah gitu. Jadi organisasi itu tidak boleh tersandera oleh satu dan dua orang,” jelasnya.

Utusan Presiden ini menegaskan, riak-riak yang terjadi saat ini tidak akan mengganggu jalannya organisasi partai. Sebagai negara demokrasi, Mardiono memahami bahwa tidak ada seorang pemimpin yang dipilih oleh rakyatnya 100%.

Meski saat ini masih ada perbedaan sudut pandang, Mardiono meyakini bisa menyelesaikan persoalan internal ini secepatnya. Sebab agenda organisasi kedepan sangat banyak, dan harus dituntaskan.

Sementara itu, Imam Fauzan mengaku pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi alasan Sekjen tidak hadir dalam Mukernas ini. “Belum ada sampai sekarang, kami berharap sebelum kami ketok sidang pleno pertama beliau bisa hadir,” harapnya.

Mantan Ketua DPW PPP Sulsel ini menegaskan bahwa Mukernas ini membahas mengenai strategi partai menuju pemilu 2029. “Kalau secara pribadi, saya tidak punya target besar. Berapapun kursinya, yang jelas kembali ke Senayan, itu target paling realistis bagi kami,” kuncinya.(*)

Pos terkait