Kepengurusan PPP Sulsel Digodok, Ilham: Pekan Depan Dihadapkan ke DPP

Ilham Ari Fauzi Amir Uskara
Ketua Formatur DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel, Ilham Ari Fauzi Amir Uskara

RUANGAKSELERASI.ID, MAKASSAR — Struktur kepengurusan DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel mulai digodok pasca Musyawarah Wilayah (Muswil) lalu. Sebanyak 35 nama masuk dalam kepengurusan partai berlambang Kakbah tersebut.

Ketua Formatur DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel, Ilham Ari Fauzi Amir Uskara menyatakan jumlah pengurus didasarkan ketetapan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.

“Tidak terlalu banyak. Intinya, semuanya bisa bekerja. Kita maksimalkan di 35 pengurus harian saja sesuai ketetapan AD/ART partai,” terang Ilham lewat pesan WhatsAppnya, Senin (5/1/2026) petang.

Bacaan Lainnya

Dg Tayang sapaannya menargetkan bisa merampungkan struktur kepengurusan secepatnya, yakni pada 13-14 Januari pekan depan. Ia menginginkan pengurusnya bisa bersama-sama mencapai target yang dicanangkan.

“Kami dikasih 20 hari dari DPP. Insyaallah sekitar tanggal 13-14 Januari seluruh formatur akan menghadap DPP menyetor daftar pengurus, lengkap dengan majelisnya,” jelasnya.

Ilham mengungkapkan, pihaknya masih mempertimbangkan semua aspek. Apalagi ada sekira 50 sampai 60 orang calon pengurus.

“Kombinasi pengurus lama dan calon pengurus harian baru. Nah inimi yang sementara kita lihat rekam jejaknya. Jadi persentasenya nanti di akhir, baru ketahuan,” jelasnya.

Sementara itu, Bendahara Umum DPP PPP, Imam Fauzan Amir Uskara menegaskan bahwa ketua selanjutnya memiliki pekerjaan rumah (PR) yang berat di Pemilu 2029. Menurutnya, pengurus berikutnya bisa dibilang berhasil jika pencapaiannya melebihi perolehan kursi pada 2024.

“Kepengurusan baru nantinya akan menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dibanding kepengurusan sebelumnya, dengan target yang juga jauh lebih tinggi,” ungkapnya.

Ketua DPW PPP Sulsel demisioner ini menuturkan, beban tugas mereka bisa dikatakan berlipat ganda. Sebagai perbandingan, pada periode sebelumnya masih ada dukungan anggota DPR RI, sementara kepengurusan berikutnya tidak memiliki anggota DPR RI.

“Artinya, mereka harus bekerja jauh lebih keras dibanding sebelumnya. Jika ingin dinilai sukses pada Pemilu 2029, kepengurusan baru harus mampu meraih kursi lebih banyak dari capaian sebelumnya agar dapat disebut berhasil,” tandas mantan Anggota DPRD Sulsel ini.

Terpisah, Anggota Formatur PPP Sulsel, Andi Sugiarti Mangun Karim mengatakan, formatur telah melakukan evaluasi terhadap kepengurusan DPW PPP sebelumnya. Dalam evaluasi tersebut ditemukan sejumlah pengurus yang dinilai tidak lagi aktif menjalankan tugas-tugas kepartaian.

“Kami sudah melakukan evaluasi kepengurusan DPW kemarin. Ada beberapa kader yang tidak aktif,” ungkapnya.

Dia juga menyebutkan beberapa ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) seharusnya naik kelas menjadi pengurus DPW agar tercipta kaderisasi kepengurusan tingkat paling bawah. “Ada ketua DPC yang tidak bisa lagi menjadi ketua DPC. Seharusnya mereka naik kelas,” ucapnya.(*)

Pos terkait